Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Polisi memastikan korban adalah AKP Wiyoko

Polisi memastikan korban adalah AKP Wiyoko

Jogja-KoPi, Mayat yang ditemukan di Dusun Kemloko , Margorejo Tempel Sleman pada Hari Rabu, 29 Januari 2014 lalu sudah dipastikan AKP Wiyoko. Hal tersebut diungkapkan pada Pers Konferensi, Selasa siang (18/02/2014), di Kantor Polisi Daerah Yogyakarta.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY, AKBP. dr Didiet Setioboedi menyatakan bahwa DNA dari tulang belulang tersebut tidak terbantahkan lagi milik AKP Wiyoko. Polisi menemukan patah tulang terbuka pada 7 cm di bawah puncak tulang kepala yang kemungkinkan karena kekerasan benda tumpul.

Forensik memperkirakan mayat korban sudah bersentuhan dengan tanah selama kurang lebih satu tahun. Hal ini diperkuat dengan pengakuan keluarga yang kehilangan kontak dengan AKP Wiyoko sejak 19 Desember 2012 silam.

Menurut kepolisian motif tersangka pembunuhan Agus Sulaiman tidak menyebutkan motif lain selain motif ekonomi.

“Sebagian digunakan untuk biaya melahirkan istrinya” jelas Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anni Pudjiastuti.

Sidang terhadap Agus Sulaiman akan dilakukan pada bulan September.

Seperti yang diberitakan sejak akhir Januari 2014 AKP Wiyoko meninggalkan rumahnya sejak 19 Desember 2012 bersama mantan anggota TNI Agus Sulaiman.  Korban dan tersangka diketahui sering terlihat bersama, bahkan sejak diberhentikan dari kesatuan Agus Sulaiman sering membantu AKP Wiyoko di peternakannya. AKP Wiyoko dibunuh pada malam itu juga, jasadnya kemudian dikuburkan di dapur kontrakan yang sempat dihuni pelaku.


Reporter: Hari N






back to top