Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Polda DIY lakukan otopsi jenazah korban malpraktik

Polda DIY lakukan otopsi jenazah korban malpraktik

Sleman-KoPi|Polda DIY bersama tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati mengotopsi jenazah bayi Putri Nur Madiyan Sari, korban dugaan kasus malapraktik RS Rachmi Yogyakarta yang meninggal pada 4 Desember 2016.

Komisaris Polisi (Kompol) Direskimsus Bambang Priyana mengatakan otopsi ini merupakan bagian dari proses penyelidikannya yang sudah berlangsung dari akhir bulan Maret 2017.Bambang berharap otopsi ini dapat memberikan titik terang penyebab kematian Sekar Ayu Pudjahastuti.

"Tujuan dari otopsi ini adalah menentukan penyebab kematiannya ,meski waktunya kematian sudah lama namun ini akan ditindak lanjuti oleh tim dokter forensik Jakarta.Semoga dari pemeriksaan jenazah,dapat mempermudah proses untuk menentukan siapa yang bersalah dalam perkara ini,"kata Bambang di Kanoman,Sleman,Sabtu (3/6).

Bambang mengatakan pihaknya bersama tim forensk belum bisa memberikan hasil pemeriksaan awal. Nantinya sebagian kecil sampel jenazah akan dibawa ke lab Jakarta untuk diperiksa dan sisanya dikembalikan keluarga untuk dikebumikan kembali.

Pada pemeriksaan awal ini,Tim forensik akan memeriksa secara mendetil jenazah meski kondisi jenazah sudah berbentuk tulang dan menyisakan sedikit rambut.Bambang menambahkan pihaknya belum bisa memberikan keterangan waktu kapan hasil pemeriksaan keluar.

"Hasil pemeriksaan sendiri belum diketahui kapan keluar,tergantung tingkat kesulitannya. Kami harapkan hasil pemeriksaan cepat keluar,"lanjutny

Sementara itu kedua orangtua korban mengatakan menerima poses pemeriksaan otopsi jenazah putri pertama mereka. Mereka juga berharap agar hasil pemeriksaan segera keluar dan dapat diumumkan.

Sebelumnya berdasarkan kronologi pada bulan Desember, kematian Alm. Sekar disebabkan keterlambatan penanganan dokter RS Rachmi. Putri Nur Madyan yang pada waktu itu dalam kondisi hamil 9 Bulan 39 Minggu mengalami prosesi melahirkan pecah ketuban dan mengeluarkan cairan hijau setelah sebelumnya mengikuti senam ibu hamil di RS Rachmi.

Selanjutnya Putri dibawa ke ruang UGD RS Rachmi untuk ditangani lebih lanjut. Namun semenjak laporan pertama pada pukul 09.00 pagi sampai menjelang sore waktu maghrib dokter tak kunjung datang untuk menangani Putri.

Barulah pada pukul 6 sore dan menjelang waktu isya, dokter baru datang untuk memeriksa Putri. Namun pada saat itu, dokter mendiagnosa bayi Putri sudah tidak bernyawa dan dalam kondisi air ketuban sudah habis.

Putri mengatakan dirinya sangat kecewa dengan keterlambatan penanganan dokter RS Rachmi. Sejak bulan Januari, pihaknya sudah melaporkan RS Rachmi ke Polda DIY, namun baru pada 30 Maret 2017 ditemani dengan kuasa Hukum LBH,kasus ini mulai memasuki ke tahap penyelidikan.

"Kami ingin kasus ini ditegakkan sesuai peraturan perundang-perundangan,kami tidak ingin ada kasus semacam ini terjadi lagi,"tegasnya.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top