Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Podolski dan Pragmatisme Jerman

Podolski dan Pragmatisme Jerman Foto: Getty Images

Brazil-KoPi. Tak peduli bermain cantik atau membosankan, kemenangan adalah harga mati. Mungkin pendekatan itulah yang dianut oleh Jerman saat ini.

 

Setelah membekuk Perancis 1-0, Jerman memiliki rekor yang fantastis, yaitu empat kali lolos ke semifinal secara beruntun. Nahasnya, dari ketiga edisi sebelumnya tidak satupun yang membuahkan satu bintang di dada timnas Jerman.

Belajar dari hal ini, Joachim Loew mngeintstruksikan anak asuhnya untuk mengutamakan kemenangan ketimbang permainan yang cantik.

Podolski juga menegaskan akan hal ini, Jerman tidak lagi merasa penting memainkan permainan sepakbola yang menghibur. Puasa gelar juara dunia selama 24 tahun dan dihuni skuad yang komplit semakin menegaskan alasan bermain dengan orientasi kemenangan.

"Kami dalam jalur yang bagus dan tidak penting lagi bagaimana anda bermain, bagaimana skill yang ditunjukkan sebelum gol, yang paling utama adalah mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Ini adalah Piala Dunia. Hal ini berbeda jika anda bermain di satu musim dengan jumlah 38 pertandingan anda masih diampuni jika kalah di beberapa pertandingan."

"Tapi jika anda bermain di Piala Dunia anda harus fokus memenangkan tujuh pertandingan tanpa kalah sama sekali. hanya punya sisa dua pertandingan dan jika kami memenanginya, kamilah juaranya."

Pada semifinal kali ini, Jerman bertemu dengan tuan Rumah Brazil. Brazil diuntungkan dengan absennya kaptem Brazil, Thiago Silva karena akumulasi kartu dan Neymar yang cedera tulang belakang akibat pelanggaran Carlos Zuniga kala Brazil bertemu kolombia di perempat final.

 

Nora

back to top