Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

PMII Tarbiyah UIN Kalijaga lakukan protes di Hari Tenaga Kerja Nasional

PMII Tarbiyah UIN Kalijaga lakukan protes di Hari Tenaga Kerja Nasional

Jogja-KoPi| PMII Rayon Wisma Tradisi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adakan aksi peringatan Hari Tenaga Kerja Nasional, bertempat di pertigaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (20/2).

Nahdi, Koordinator utama aksi mengatakan bahwa hingga saat ini masih banyak pekerja yang tidak mendapatkan perlakuan yang layak meskipun sudah ada peraturan perundang-undangnya.

"Peraturan seakan hanya dijadikan temeng birokrasi untuk menutupi setiap kebijakan busuk yang membunuh rakyat, seperti UU No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan," tambahnya.

Selain itu, ketenagakerjaan yang dijalankan di Indonesia juga dirasa tidak relevan dengan PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan. "UMP pada dasarnya tidak sesuai dengan jerih payah dan kebutuhan hidup manusia di tempat tinggalnya," tutur Nahdi.

Ketenagakerjaan yang banyak menggunakan tenaga kerja perempuan yang dibayar murah dan sering menjadi korban kekerasan juga tidak sesuai dengan PP No 78 tahun 2015.

"Padahal sesuai pasal 88  pekerja berhak memperoleh Pengadilan yang memenuhi penghidupan yang layak, serta pasal 91 mengatakan bahwa penetapan upah melibatkan pihak terkait," jelas Nahdi.

Pada aksi kali ini PMII Rayon Wisma Tradisi Fakultas Ilmu Tarbiyah menutut menolak diskrimanasi terhadap pekerja, menolak PP No 78 tahun 2015 yang bertentangan dengan UU No 13 tahun 2003. Selain itu juga menutut kenaikan UMP pada setiap wilayah, menghapus sistem outsourcing, serta memberikan jalinan perlindungan terhadap TKI di luar negeri.

back to top