Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

PLN jangan pelit, harus transparan dan akuntabel

PLN jangan pelit, harus transparan dan akuntabel

Yogyakarta-KoPi| “Berlangsungnya pemadaman listrik sedikit banyak merugikan masyarakat. Pasalnya konsumen melalui pembayaran tagihan listrik, secara langsung wajib mendapatkan pelayanan listrik secara terus-menerus. Bila terjadi pemadaman harus ada kompensasi dari pihak PLN. Kompensasi mungkin bisa berupa rentang waktu pemadaman dikalikan berapa rupiah”, kata ketua LKY (Lembaga Konsumen Yogyakarta), Widjianto, SH.

Widjianto menambahkan bila terjadi gangguan listrik seringkali PLN menggunakan perbaikan sebagai alibi. “Entah apapun alasan PLN. Pemadaman yang dilakukan sedikit banyak merugikan konsumen. Mereka biasanya luput tidak memberikan informasi tentang pemadaman tak terencana. Nah yang tidak terencana ini mereka masih sangat pelit, gangguannya dan alasannya kenapa”.

Pihak PLN Gedong Kuning, Herry Fitriadi mengatakan pihak PLN senantiasa memberikan informasi kepada masyarakat terkait pemadaman. Memang yang diinformasikan seringkali perbaikan yang sudah terjadwal karena untuk gangguan mendadak belum bisa dipastikan.

Mengenai hal ini Widjianto, berharap agar ke depannya pihak PLN lebih transparan dan akuntabel. Pasalnya badan hukum yang melayani masyarakat kondisi PLN baiknya juga diinfomasikan kepada masyarakat.

Menyambung harapan Widjianto, Bambang Eko mengatakan sebenarnya PLN mempunyai mimpi “PLN Jogja ANDAL 2015”. Dimana PLN Yogayakarta menjadi etalase pelayanan PLN di Jawa Tengah. Namun mimpi itu belum terwujud karena terhambat dugaan proyek ini diselewengkan oleh pihak tertentu.

“Tetapi itu ya, bisa jadi contoh memang banyak masalah dalam tubuh PLN. Oleh karena itu PLN perlu sumber daya manusia yang handal, dan menyediakan dana, agar terjadi kesinambungan. Lebih transparan dalam pengelolaan terkait dengan pemeliharaan dan sebagainya. Dari sini kita bisa lihat sebera jauh upaya PLN memenuhi hak konsumen itu.

Sekali lagi PLN mau nggak transparan dengan pengelolaan uang mereka, efisienkah penggunaanya, hinga ini jadi alasan kurangnya dana perbaikan, untuk tidak memenuhi kewajibannya. Mereka bilang itu karena kurang dana. Selama ini kita cuma tahu sepihak. Bahkan untuk tariff listrik konsumen tidak punya harga tawar. Mau naik apa nggak, kita cuma terima saja ”, kritik Widjianto.|Winda Efanur FS|

back to top