Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

PLN berlakukan tariff adjusment mulai Desember

PLN berlakukan tariff adjusment mulai Desember
Surabaya-KoPi| Di tengah pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika, PT PLN dan pemerintah akhirnya menerapkan tariff adjusment (penyesuaian) listrik. Dengan tariff adjusment tersebut, tarif listrik akan mengikuti pergerakan nilai tukar dollar, harga minyak dunia, dan inflasi bulanan.
 

Penerapan tariff adjusment tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM No 9 Tahun 2015. Menurut Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, tariff adjusment akan diberlakukan setiap bulan.

Bambang berdalih, dengan penerapan tariff adjusment ini, tarif listrik setiap bulan dimungkinkan turun, tetap, atau naik. "Dengan mekanisme tariff adjusment, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap, atau naik berdasarkan ketiga indikator (harga dollar, minyak dunia, dan inflasi) tersebut. Pada bulan Desember secar umum tarif listrik untuk pelanggan yang tidak disubsidi mengalami penurunan," ungkap Bambang lewat siaran pers PLN.

Bambang juga menjelaskan tariff adjusment tersebut berlaku bagi golongan pelanggan yang tidak disubsidi. Misalnya rumah tangga daya 1.300 VA ke atas, bisnis sedang daya 6.600 VA ke atas, industri besar daya 200.000 VA ke atas, kantor pemerintahan daya 6.600 VA ke atas, lampu penerangan jalan, dan layanan khusus.

Sedangkan untuk pelanggan rumah tangga kecil dengan daya 450 VA dan 900 VA, serta bisnis dan industri kecil tetap menggunakan tarif lama. Menurut Bambang, golongan ini masih mendapat subsidi dari pemerintah.

Sebenarnya, tariff adjusment ini sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2015, namun pemerintah menunda pelaksanaannya bagi rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Alasannya, saat itu pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014.

back to top