Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

PLN berlakukan tariff adjusment mulai Desember

PLN berlakukan tariff adjusment mulai Desember
Surabaya-KoPi| Di tengah pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika, PT PLN dan pemerintah akhirnya menerapkan tariff adjusment (penyesuaian) listrik. Dengan tariff adjusment tersebut, tarif listrik akan mengikuti pergerakan nilai tukar dollar, harga minyak dunia, dan inflasi bulanan.
 

Penerapan tariff adjusment tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM No 9 Tahun 2015. Menurut Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto, tariff adjusment akan diberlakukan setiap bulan.

Bambang berdalih, dengan penerapan tariff adjusment ini, tarif listrik setiap bulan dimungkinkan turun, tetap, atau naik. "Dengan mekanisme tariff adjusment, tarif listrik setiap bulan memang dimungkinkan untuk turun, tetap, atau naik berdasarkan ketiga indikator (harga dollar, minyak dunia, dan inflasi) tersebut. Pada bulan Desember secar umum tarif listrik untuk pelanggan yang tidak disubsidi mengalami penurunan," ungkap Bambang lewat siaran pers PLN.

Bambang juga menjelaskan tariff adjusment tersebut berlaku bagi golongan pelanggan yang tidak disubsidi. Misalnya rumah tangga daya 1.300 VA ke atas, bisnis sedang daya 6.600 VA ke atas, industri besar daya 200.000 VA ke atas, kantor pemerintahan daya 6.600 VA ke atas, lampu penerangan jalan, dan layanan khusus.

Sedangkan untuk pelanggan rumah tangga kecil dengan daya 450 VA dan 900 VA, serta bisnis dan industri kecil tetap menggunakan tarif lama. Menurut Bambang, golongan ini masih mendapat subsidi dari pemerintah.

Sebenarnya, tariff adjusment ini sudah diberlakukan sejak 1 Januari 2015, namun pemerintah menunda pelaksanaannya bagi rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Alasannya, saat itu pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014.

back to top