Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Pimpinan DPR dikuasai KMP

foto: www.channelnewsasia.com foto: www.channelnewsasia.com
Jakarta-KoPi. Pada hari Rabu (1/10/14) kemarin sidang pertama DPR periode 2014-2019 telah menentukan struktur pimpinan DPR. Secara keseluruhan diambil oleh koalisi pendukung Prabowo. Struktur pimpinan ini sangat berbeda dari sebelumnya yang biasanya terdiri dari representasi parpol-parpol pemenang pemilu.

Ketua DPR terpilih adalah Setya Novanto dari Partai Golkar, kemudian wakil pimpinan DPR adalah Fahri Hamzah dari PKS, Agus Hermanto dari Partai Demokrat, Taufik Kurniawan dari fraksi Partai PAN, dan Fadli Zon dari fraksi Partai Gerindra. Pimpinan sidang tersebut adalah paket yang diusulkan dari fraksi Partai Golkar, Ade Komaruddin.

Koalisi PDI Perjuangan, termasuk PKB, Nasdem, dan Hanura melakukan aksi walk-out dari sidang karena aspirasi tidak didengar.

Menurut Novri Susan, pengamat konflik politik dari Universitas Airlangga komposisi pimpinan DPR merupakan aksi balas dendam koalisi merah putih yang mendukung Prabowo, paska kekalahan pilpres 2014. Walaupun menurutnya, terkesan mengabaikan etika politik.

"Komposisi pimpinan DPR periode lalu lebih mengakomodasi unsur-unsur partai pemenang pemilu. Namun kali ini tampaknya dorongan menguasai DPR secara penuh sangat besar. Sangat disayangkan niat politiknya."

Novri melanjutkan bahwa komposisi pimpinan DPR tersebut harus diterima sebagai realitas politik. Pada kasus Indonesia, koalisi oposisi menguasai lembaga perwakilan rakyat. Risiko cukup besar, terutama kebijakan-kebijakan Joko Widodo akan mendapat banyak ganjalan. Apalagi koalisi pendukung Prabowo memandang Jokowi dari kacamata kebencian politis, ujarnya.

"Saat ini baik atau buruknya perpolitikan Indonesia akan banyak ditentukan oleh kemauan rakyat berpartisipasi secara langsung, mengontrol para anggota dewan dan pemerintahan eksekutif. Kecuali jika ingin bangsa ini hidup dalam instabilitas dan carut marut selama lima tahun mendatang".*

 

Reporter: E. Hermawan

back to top