Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Pilkada oleh DPRD sarat politik transaksional

Pilkada oleh DPRD sarat politik transaksional

Surabaya-KoPi. Pilkada langsung dianggap membutuhkan biaya yang sangat besar, disamping itu Pilkada langsung juga disinyalir sarat akan kecurangan dan politik transaksional. Salah satu alasan perubahan Undang-Undang Pilkada adalah penghematan biaya serta menekan berbagai bentuk kecurangan dan politik transaksional. Namun apakah hal tersebut adalah alasan yang tepat?

Mantan Walikota Bambang DH, saat dikonfirmasi pada rabu, (1/10/2014) menyatakan  Pilkada yang dipilih oleh DPRD juga sarat politik transaksional. Bambang DH menyatakan Pilkada tidak langsung justru akan melanggengkan adanya politik transaksional yang susah untuk dideteksi. Oleh karena itu Pilkada langsung dianggap masih lebih baik karena dapat menekan potensi adanya transaksional di dalam pemilihan.

“Masyarakat itu susah ditipu, sekarang masyarakat sudah well education, sudah terdidik” ucap Bambang DH.

Masyarakat yang kini semakin terdidik menuntut adanya keterbukaan dan transparansi dalam sistem Pemilu merupakan salah satu faktor penting mengapa Pemilu Langsung lebih baik. Selain masyarakat yang semakin terdidik, media juga mempunyai peran yang signifikan dalam pemilu.

Menurutnya, pemilihan langsung akan berlangsung baik jika diimbangi peran media yang independen dan komprehensif. Peran media dalam Pemilu 2014 dianggap tidak obyektif karena terjadinya saling serang dan hujat diantara media yang mendukung calon tertentu.

“Kalau pilihan langsung itu tidak diimbangi dengan media yang independen, media yang obyektif, bisa jadi masyarakat juga sesat di mana media bisa membuat orang jelek terlihat baik, dan orang baik telrihat jelek” pungkasnya.***

 

 

Reporter : Aditya Lesmana

back to top