Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Pilkada DIY, Gunungkidul 'krisis' relawan

Pilkada DIY, Gunungkidul 'krisis' relawan

Jogjakarta-KoPi| Menjelang pilkada serentak tanggal 9 Desember mendatang, Bawaslu DIY menetapkan Kabupaten Gunungkidul paling rawan terjadi pelanggaran. Kerawanan ini terjadi karena ketidakseimbangan jumlah TPS yang ada dengan relawan yang tersedia.

Menurut Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib fixasi perekrutan relawan untuk Kabupaten Gunungkidul sebanyak 45 relawan. Sementara pihak panitia pengawas berhasil merekrut 196 relawan. Sehingga total 241 relawan untuk mengawal 447 TPS di Gunungkidul.

Kondisi ini relawan 1:2 dengan TPS jelas, tidak memungkinkan relawan untuk mengkover semua TPS yang ada. “Di Gunungkidul paling sedikit jumlah relawannya, satu orang relawan harus mengawasi tiga TPS sekaligus,” kata Muhammad Nahib saat konferensi pers di Kantor Bawaslu DIY pada Senin tanggal 7 Desember 2015.

 

Data relawan dari perekrutan pengawas kabupaten lain seperti Bantul terdapat 371 relawan, Sleman 418 relawan dan realawan dari Bawaslu DIY sebanyak 510 relawan.

Sementara Ketua Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY, Sri R. Werdiningsih menjelaskan potensi pelanggaran semakin diperparah dengan ketidaknetralan relawan dalam mengawasi jalannya penghitungan dan rekapitulasi suara.

“Para relawan biasanya hanya mencatat dari pihak partainya saja, tidak mencatat jalannya semua acara pencoblosan,” kata Sri R. Werdiningsih.
|Winda Efanur FS|

back to top