Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Pihak BRI pusat dinilai meremehkan kasus gugatan pensiunan BRI

Pihak BRI pusat dinilai meremehkan kasus gugatan pensiunan BRI

Jogja-KoPi| Hakim Ketua memutuskan untuk menunda sidang hingga Sabtu, 4 April 2017 gugatan Forum Persatuan Pensiunan (FPP) BRI pada Bank BRI Pusat. Hakim beralasan pihak tergugat (BRI) datang tanpa membawa surat tugas dan surat kuasa. Sehingga secara de facto pihak tergugat hadir namun secara de jure dia tidak ada. Demikian hasil sidang perdana gugatan FPP BRI di Gedung pengadilan Negeri Yogyakarta, Jumat (3/3).

Sidang berikutnya dilaksanakan di gedung yang berbeda yaitu Gedung Pengadilan Tipikor dan Hubungan Industrial di Jalan Prof Dr.Soepomo, Yogyakarta.

Edi, kuasa hukum pihak tergugat, menjelaskan surat gugatan ditunjukkan ke direksi pusat, sehingga pihaknya perlu waktu untuk mendapatkan tanda tangan dari direksi pusat di Jakarta.

"Karena gugatan ditunjukkan ke direksi yang di Jakarta, jadi butuh waktu untuk mendapatkan tanda tangan, ke depannya kita siapkan surat -surat yang diminta majelis," ujar Edi.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat (FPP BRI), Hengky dari PBKH Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya, menilai pihak BRI seperti menyepelekan kasus ini.

Pasalnya, gugatan diajukan sejak sebulan sebelumnya. Namun sampai hari persidangan, BRI Pusat belum menyiapkan surat tugas dan kuasa kepada kuasa hukum.

"Padahal gugatannya sudah ditujukan satu bulan yang lalu. Sikap ini seolah BRI menggampangkan kasus ini, seperti tidak menyiapkan surat kuasa dan tugas. Juga ini diwakilkan dari kantor wilayah (kanwil), bukan pusat," katanya di Gedung Pengadilan Negeri Yogyakarta. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top