Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Petani tunggu respons pemerintah atasi kekeringan

Petani tunggu respons pemerintah atasi kekeringan
Surabaya - KoPi | Bulan Juli seharusnya menjadi masa saat petani merawat tanaman mereka yang baru tumbuh. Namun, kebiasaan tersebut akhir-akhir ini semakin susah dilakukan. Kekeringan menghambat rencana mereka dan menimbulkan penderitaan bagi petani Indonesia.
 

Penderitaan yang dialami petani tersebut diungkapkan oleh Serikat Petani Indonesia (SPI). Di berbagai wilayah di Indonesia, tanaman petani mengalami puso. SPI meminta pemerintah untuk segera merespon krisis yang dialami oleh para petani tersebut. 

"Dana talangan panen, tanaman yang puso, harus segera diganti oleh pemerintah. Kekeringan adalah bencana alam, harus direspon cepat agar petani aman berproduksi," ujar Ketua SPI Henry Saragih di Surabaya. SPI juga meminta agar pemerintah menerbitkan data akurat mengenai seberapa luas area yang menderita kekeringan.

Henry menyarankan untuk saat ini pemerintah melakukan penanganan jangka pendek dengan membagikan pompa air bagi petani. Bantuan tersebut harus merata, karena biaya menyewa pompa di pedesaan cukup mahal.

BMKG menyatakan, kekeringan yang melanda Indonesia akhir-akhir ini merupakan akibat dari El Nino yang terus menguat. Mereka memperkirakan musim kemarau di beberapa tempat di Indonesia akan semakin panjang dan menguat mulai Agustus hingga Desember. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan saat ini ada 25.000 hektar tanaman petani yang mengering. Sedangkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) menyarankan agar petani tidak menanam padi di musim ini

Akibatnya, sudah ada 8 daerah yang dilaporkan mengalami bencana kekeringan, antara lain Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara.

Untuk mengatasi bencana kekeringan ini, Presiden Joko Widodo dilaporkan akan membagikan pompa air di daerah yang dilanda kekeringan. Selain itu, untuk penanganan jangka panjang, Presiden akan membangun ribuan embung atau waduk buatan.

back to top