Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Petani berharap,tapi pesimis

kopi kopi

Hadirnya UU Perlintan No 19 tahun 2013 harusnya memberikan angin segar bagi petani. Sayangnya, ketidakjelasan pemda-pemda di Indonesia meruntuhkan optimisme para petani. 

KoPi| Gus Amin, pendiri Asosiasi petani Nusantara (Astanu), misalnya, adalah sosok yang pesimis terhadap peningkatan mutu petani, meskipun saat ini ada UU Perlintan No 19 Th 2013.

"Sebelum sampeyan datang ke rumah, saya tadi ke Dinas Pertanian menanyakan soal itu. Mereka ga ada yang tahu. Saya jadi merasa, apa kita ini punya negara." Katanya masgul.

Menurut Gus Amin, petani punya masalah sejak dulu yang sulit dipecahkan hingga saat ini. Masalah itu seolah didesain agar petani tak berdaya dan menuruti satu kekuatan yang mengerdilkan petani.

“Petani masih dijerat masalah, adanya mafia pupuk, mafia benih, mafia obat-obatan juga pasar. Pasar itu penting kalau petani panen seringkali bingung jualnya, harga sering turun”, kata Gus Amin.

Saat diungkapkan manfaat UU Perlintan No 19 tersebut, Gus Amin hanya tertawa dan menanggapi datar bahwa semua mungkin baik-baik saja tetapi kalau tidak direalisasikan percuma. Belum lagi saat ini juga sudah sulit menyatukan para petani. Mereka banyak yang sudah berpikir untuk untungnya sendiri.

Namun, pada prinsipnya, Gus Amin mengatkan berharap banyak dengan Undang-Undang perlintan No 19 Th 2013 ini. Meskipun tetap pesimis undang-undang bisa direalisasikan oleh pemerintah dan pemda.

Menanggapi hal tersebut ketua Joglo tani, T.O Suprapto mengatakan sebenarnya ada niatan baik dari UU Perlintan No 19 Tahun 2013. 

“Undang- undang ini dibuat berdasarkan kejadian yang dirasa ada yang tidak bisa balance di situ (pertanian). Kelahiran undang-undang yang sudah disepakati, tahapannya mesti ada sosialisasi, karena masyarakat yang merasa ketidakadilan bisa menuntut, kalau tidak ada sosialisasi”, jelas T.O

T.O Suprapto mencium ketidak beresan dalam hal sosialisasi. Seperti di Yogyakarta sudah ada perda yang mengawal namun saja pelaksanaan belum terjadi.

“Kalau serius dengan undang-undang ini, harus ada sosialisasi yang terlibat stake holder. Dari pemerintah pusat, daerah sampai grass root. Semua pihak harus bekerja sama dengan media cetak dan elektronik”, lanjut T.O.

 

back to top