Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Pesanggrahan Rejowinangun : yang Terlupa

Pesanggrahan Rejowinangun : yang Terlupa

Yogyakarta-KoPi, Selain Pesanggrahan Taman Sari, salah satu peninggalan Kraton Yogyakarta yang bernilai historis tinggi adalah Pesanggrahan Rejowinangun.  (22/7).

Bila Sultan HB I membangun pesanggrahan Taman Sari, dan Ambar Ketawang. Sultan HB II, meninggalkan pesanggrahan Rejowinangun atau yang dikenal dengan Pesanggrahan Warung Boto pada tahun 1711. (lebih tua dari Taman Sari).

Pesanggrahan Rejowinangun terletak di Jl. Veteran 100, Umbulharjo, Yogyakarta depan Kampung Muhammadiyah Warung Boto. Pesanggrahan berfungsi sebagai tempat istirahat dan plesiran bagi sultan dan kerabatnya.

Material utama bangunan ini dari batu bata dengan merah sebagai warna dasar. Bangunan dikelilingi oleh pagar. Di sisi barat-timur Sungai Gajah Wong.

Bangunan barat (Warung Boto) terdiri dari kamar-kamar, teras juga kolam pemandian.  Air kolam berasal dari umbul. Kolam pertama di bagian barat berbentuk bulat dengan sumber air di tengahnya. Diameter kolam 4,5 M, dan kedalaman 0,75 M.



Air kolam kedua dari kolam pertama melalui saluran terbuka. Selain tempat “bersantai” pesanggarahan juga terdapat musholla di bagian atas, tempat sultan meditasi.

Namun disayangkan kondisi Pesanggarahan terlihat terbengkalai. Terakhir dinas purbakala merenovasinya pada tahun 2009 lalu. Dinas Purbakala lebih memprioritaskan situs lain (misal Taman Sari) yang mampu menyedot pengunjung lebih banyak.


Reporter : Winda Efanur FS

 

 

 

back to top