Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Pesanggrahan Rejowinangun : yang Terlupa

Pesanggrahan Rejowinangun : yang Terlupa

Yogyakarta-KoPi, Selain Pesanggrahan Taman Sari, salah satu peninggalan Kraton Yogyakarta yang bernilai historis tinggi adalah Pesanggrahan Rejowinangun.  (22/7).

Bila Sultan HB I membangun pesanggrahan Taman Sari, dan Ambar Ketawang. Sultan HB II, meninggalkan pesanggrahan Rejowinangun atau yang dikenal dengan Pesanggrahan Warung Boto pada tahun 1711. (lebih tua dari Taman Sari).

Pesanggrahan Rejowinangun terletak di Jl. Veteran 100, Umbulharjo, Yogyakarta depan Kampung Muhammadiyah Warung Boto. Pesanggrahan berfungsi sebagai tempat istirahat dan plesiran bagi sultan dan kerabatnya.

Material utama bangunan ini dari batu bata dengan merah sebagai warna dasar. Bangunan dikelilingi oleh pagar. Di sisi barat-timur Sungai Gajah Wong.

Bangunan barat (Warung Boto) terdiri dari kamar-kamar, teras juga kolam pemandian.  Air kolam berasal dari umbul. Kolam pertama di bagian barat berbentuk bulat dengan sumber air di tengahnya. Diameter kolam 4,5 M, dan kedalaman 0,75 M.



Air kolam kedua dari kolam pertama melalui saluran terbuka. Selain tempat “bersantai” pesanggarahan juga terdapat musholla di bagian atas, tempat sultan meditasi.

Namun disayangkan kondisi Pesanggarahan terlihat terbengkalai. Terakhir dinas purbakala merenovasinya pada tahun 2009 lalu. Dinas Purbakala lebih memprioritaskan situs lain (misal Taman Sari) yang mampu menyedot pengunjung lebih banyak.


Reporter : Winda Efanur FS

 

 

 

back to top