Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pesanggrahan Rejowinangun : yang Terlupa

Pesanggrahan Rejowinangun : yang Terlupa

Yogyakarta-KoPi, Selain Pesanggrahan Taman Sari, salah satu peninggalan Kraton Yogyakarta yang bernilai historis tinggi adalah Pesanggrahan Rejowinangun.  (22/7).

Bila Sultan HB I membangun pesanggrahan Taman Sari, dan Ambar Ketawang. Sultan HB II, meninggalkan pesanggrahan Rejowinangun atau yang dikenal dengan Pesanggrahan Warung Boto pada tahun 1711. (lebih tua dari Taman Sari).

Pesanggrahan Rejowinangun terletak di Jl. Veteran 100, Umbulharjo, Yogyakarta depan Kampung Muhammadiyah Warung Boto. Pesanggrahan berfungsi sebagai tempat istirahat dan plesiran bagi sultan dan kerabatnya.

Material utama bangunan ini dari batu bata dengan merah sebagai warna dasar. Bangunan dikelilingi oleh pagar. Di sisi barat-timur Sungai Gajah Wong.

Bangunan barat (Warung Boto) terdiri dari kamar-kamar, teras juga kolam pemandian.  Air kolam berasal dari umbul. Kolam pertama di bagian barat berbentuk bulat dengan sumber air di tengahnya. Diameter kolam 4,5 M, dan kedalaman 0,75 M.



Air kolam kedua dari kolam pertama melalui saluran terbuka. Selain tempat “bersantai” pesanggarahan juga terdapat musholla di bagian atas, tempat sultan meditasi.

Namun disayangkan kondisi Pesanggarahan terlihat terbengkalai. Terakhir dinas purbakala merenovasinya pada tahun 2009 lalu. Dinas Purbakala lebih memprioritaskan situs lain (misal Taman Sari) yang mampu menyedot pengunjung lebih banyak.


Reporter : Winda Efanur FS

 

 

 

back to top