Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pesan psikologis Menteri Susi bikin negara lain gentar

Pesan psikologis Menteri Susi bikin negara lain gentar
Surabaya-KoPi| Tahun 2016 ini diperkirakan industri perikanan tangkap Indonesia akan semakin meningkat. Setelah 2 tahun berada di bawah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, optimisme terhadap industri perikanan tangkap bisa dibilang semakin tumbuh.
 

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Budidaya Perairan Universitas Airlangga Prof. Mochammad Amin Alamsjah. Menurutnya, sepanjang 2015 lalu pertumbuhan industri perikanan tangkap semakin baik. "Kalau menurut saya, dengan trend saat ini, industri perikanan tangkap akan terus meningkat," ujarnya (2/2).

Salah satu faktor yang mendukung peningkatan tersebut adalah ketegasan Menteri Susi dalam menenggelamkan kapal yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. "Penenggelaman kapal tersebut seharusnya bisa memberi efek psikologis pada pihak-pihak yang biasanya melakukan pencurian ikan di wilayah Indonesia. Itu merupakan pesan bahwa Indonesia tak lagi main-main dengan penegakan hukum atas pencurian ikan," jelas Prof. Amin.

Meski demikian, Wakil Rektor III Universitas Airlangga tersebut memperkirakan pada tahun 2016 ini Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak lagi menenggelamkan kapal sebanyak tahun 2015. Pasalnya, ketegasan pemerintah dinilai sudah membuahkan hasil. Di beberapa tempat sudah terjadi penurunan kasus pencurian ikan. Artinya, pesan Menteri Susi telah sampai pada pihak-pihak yang melakukan illegal fishing.

Namun, Prof. Amin meminta pemerintah tak hanya berkutat pada pencurian ikan saja. Ada industri bahari yang masih perlu lebih diperhatikan dan dibenahi pemerintah, yaitu wisata bahari.

"Wisata bahari Indonesia itu punya potensi yang sangat besar. Spot sudah ada, tapi masih perlu pembenahan. Masih banyak potensi wisata bahari yang perlu pembenahan di sarana dan pra-sarana. Selain itu, akses menuju ke tempat-tempat tersebut juga perlu dipermudah. Tidak ada gunanya kita punya wisata bahari yang keindahannya sekelas dunia, tapi tidak bisa diakses karena tidak ada sarana menuju ke sana," tukasnya.

back to top