Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pesan psikologis Menteri Susi bikin negara lain gentar

Pesan psikologis Menteri Susi bikin negara lain gentar
Surabaya-KoPi| Tahun 2016 ini diperkirakan industri perikanan tangkap Indonesia akan semakin meningkat. Setelah 2 tahun berada di bawah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, optimisme terhadap industri perikanan tangkap bisa dibilang semakin tumbuh.
 

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Budidaya Perairan Universitas Airlangga Prof. Mochammad Amin Alamsjah. Menurutnya, sepanjang 2015 lalu pertumbuhan industri perikanan tangkap semakin baik. "Kalau menurut saya, dengan trend saat ini, industri perikanan tangkap akan terus meningkat," ujarnya (2/2).

Salah satu faktor yang mendukung peningkatan tersebut adalah ketegasan Menteri Susi dalam menenggelamkan kapal yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. "Penenggelaman kapal tersebut seharusnya bisa memberi efek psikologis pada pihak-pihak yang biasanya melakukan pencurian ikan di wilayah Indonesia. Itu merupakan pesan bahwa Indonesia tak lagi main-main dengan penegakan hukum atas pencurian ikan," jelas Prof. Amin.

Meski demikian, Wakil Rektor III Universitas Airlangga tersebut memperkirakan pada tahun 2016 ini Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak lagi menenggelamkan kapal sebanyak tahun 2015. Pasalnya, ketegasan pemerintah dinilai sudah membuahkan hasil. Di beberapa tempat sudah terjadi penurunan kasus pencurian ikan. Artinya, pesan Menteri Susi telah sampai pada pihak-pihak yang melakukan illegal fishing.

Namun, Prof. Amin meminta pemerintah tak hanya berkutat pada pencurian ikan saja. Ada industri bahari yang masih perlu lebih diperhatikan dan dibenahi pemerintah, yaitu wisata bahari.

"Wisata bahari Indonesia itu punya potensi yang sangat besar. Spot sudah ada, tapi masih perlu pembenahan. Masih banyak potensi wisata bahari yang perlu pembenahan di sarana dan pra-sarana. Selain itu, akses menuju ke tempat-tempat tersebut juga perlu dipermudah. Tidak ada gunanya kita punya wisata bahari yang keindahannya sekelas dunia, tapi tidak bisa diakses karena tidak ada sarana menuju ke sana," tukasnya.

back to top