Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pertalite Pertamina, upaya halus kapitaslisasi BBM ?

Pertalite Pertamina, upaya halus kapitaslisasi BBM ?

Jogjakarta-KoPi| Sekitar Mei 2015 Pertamina berencana meluncurkan varian bahan bakar baru, Pertalite.  Dilihat dari unsurnya Pertalite memiliki angka oktan 90 (RON 90) berbeda dengan Premium yang memiliki angka oktan sebesar 88 (RON 88).

Menurut peneliti PSE (Pusat Studi Energi) UGM Prof. Arif Budiman Peluncuran Pertalite ini secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan harga baru. Pasalnya level Pertalite lebih tinggi daripada Premium saat ini.

“Sebenarnya kalau harga ini Pertamina punya rumus harga. Bisa dihitung dari biaya produksi, ditambah pertamina mau ambil harga berapa. Berbeda dengan pertamax yang mengikuti harga pasar “, paparnya.

Prof. Arif juga mengakui adanya Pertalite ini kemungkinan suatu bentuk pengalihan dari Premium. Premium dengan subsidi sekarang Rp 7.600, sedangkan pertamax tanpa subsidi Rp 8.600.

“Bisa jadi ini pengalihan dari Premium ke Pertamax jadi kira-kira harganya di antara mereka untuk perlahan mengalihkan ke Pertamax masyarakat digiring ke sana, untuk melepas subsidi”, kata Prof. Arif.

Sementara ini pasaran minyak semakin kompetitif. Di Jakarta saja sudah banyak berdiri SPBU asing seperti Petronas. Petronas harganya lebih mahal daripada pertamina. Tetapi tidak menutup kemungkinan ketika pemerintah melepas subsidi BBM, Pertamina tidak bisa bersaing.

"Namanya globaslisasi, harapan mereka ingin berbisnis di Indonesia, seperti Petronas atau Shael, tapi karena di Indoenesia lebih murah (subsidi) mereka gak laku, ini lebih ke kompromi ke pemerintah juga", pungkas Prof. Arif

|Roihatul Firdaus, Winda Efanur FS|



back to top