Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

PERSI bekali rumah sakit untuk menghadapi gugatan hukum di JPE

PERSI bekali rumah sakit untuk menghadapi gugatan hukum di JPE

Jogja-KoPi| Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Jogja mengadakan Jogja PERSI Expo (JPE) 2017 medicolegal dalam pelayanan kesehatan menghadapi tantangan di era keterbukaan yang bertujuan membekali rumah sakit dan dokter dalam menghadapi gugatan hukum, bertempat di Hotel Alana Yogyakarta, Senin (8/5).

 

Menurut Ketua Panitia JPE 2017, Dr. Mochammad Syafak Hanung, tema ini diambil karena banyaknya gugatan atas pelayanan medis rumah sakit di pengadilan serta laporan kasus yang semakin meningkat tiap tahunnya.

"Gugatan dan laporan kasus setiap tahunnya meningkat salah satunya dikarenakan semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi", jelasnya.

Sementara berbagai kebijakan terkait aspek mediko legal di Indoenesia masih menjadi kontroversi.

Sedangkan Syafak mengatakan JPE yang berlangsung dari tanggal 8-10 Mei 2017, akan mengupas medigolical dalam pelayanan kesehatan menghadapi tantangan di era keterbukaan secara tuntas.

Selain itu juga akan membahas beberapa segi pelayanan agar dapat meningkatan citra pelayanan dan menurunkan komplain tuntuntan pasien dalam bentuk seminar, simposhium, maupun lomba.

"Dalam Jogja PERSI Expo selain seminar terdapat bebeberapa simposhium dan lomba, diantaranya lomba video edukasi", tambahnya.

Seminar sendiri akan mengangkat isu kerumah sakitan antara lain, Komplesitas Dilema Klinis dalam Mempengaruhi Prinsip Etik dan Hukum dalam Pelayanan Kesehatan , Bedah PP No. 4 Tahun 2017 Tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis, dan Pemerataan Dokter Spesialis Indonesia, Bedah PP 18 Tahun 2016 yang menempatkan Rumah Sakit Daerah sebagai UPT Daerah di bawah Dinas Kesehatan.

Kegiatan ini diharapkan mampu membekali dokter-dokter untuk menghadapi masalah hukum.

Syafak juga berharap JPE 2017 dapat mencegah masalah hukum yang dapat dihadapi rumah sakit.

"JPE diharapkan dapat mencegah masalah yang kadang-kadang dianggap biasa tapi seiring dengan keterbukaan informasi yang baik bisa dibawa ke pengadilan", ujarnya.

Sementara, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X mengapresiasi penuh kegiatan ini dan berharap mampu menciptakan strategi yang harus dilakukan untuk menghadapi masalah gugatan hukum.

back to top