Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

PERSI bekali rumah sakit untuk menghadapi gugatan hukum di JPE

PERSI bekali rumah sakit untuk menghadapi gugatan hukum di JPE

Jogja-KoPi| Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Jogja mengadakan Jogja PERSI Expo (JPE) 2017 medicolegal dalam pelayanan kesehatan menghadapi tantangan di era keterbukaan yang bertujuan membekali rumah sakit dan dokter dalam menghadapi gugatan hukum, bertempat di Hotel Alana Yogyakarta, Senin (8/5).

 

Menurut Ketua Panitia JPE 2017, Dr. Mochammad Syafak Hanung, tema ini diambil karena banyaknya gugatan atas pelayanan medis rumah sakit di pengadilan serta laporan kasus yang semakin meningkat tiap tahunnya.

"Gugatan dan laporan kasus setiap tahunnya meningkat salah satunya dikarenakan semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi", jelasnya.

Sementara berbagai kebijakan terkait aspek mediko legal di Indoenesia masih menjadi kontroversi.

Sedangkan Syafak mengatakan JPE yang berlangsung dari tanggal 8-10 Mei 2017, akan mengupas medigolical dalam pelayanan kesehatan menghadapi tantangan di era keterbukaan secara tuntas.

Selain itu juga akan membahas beberapa segi pelayanan agar dapat meningkatan citra pelayanan dan menurunkan komplain tuntuntan pasien dalam bentuk seminar, simposhium, maupun lomba.

"Dalam Jogja PERSI Expo selain seminar terdapat bebeberapa simposhium dan lomba, diantaranya lomba video edukasi", tambahnya.

Seminar sendiri akan mengangkat isu kerumah sakitan antara lain, Komplesitas Dilema Klinis dalam Mempengaruhi Prinsip Etik dan Hukum dalam Pelayanan Kesehatan , Bedah PP No. 4 Tahun 2017 Tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis, dan Pemerataan Dokter Spesialis Indonesia, Bedah PP 18 Tahun 2016 yang menempatkan Rumah Sakit Daerah sebagai UPT Daerah di bawah Dinas Kesehatan.

Kegiatan ini diharapkan mampu membekali dokter-dokter untuk menghadapi masalah hukum.

Syafak juga berharap JPE 2017 dapat mencegah masalah hukum yang dapat dihadapi rumah sakit.

"JPE diharapkan dapat mencegah masalah yang kadang-kadang dianggap biasa tapi seiring dengan keterbukaan informasi yang baik bisa dibawa ke pengadilan", ujarnya.

Sementara, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X mengapresiasi penuh kegiatan ini dan berharap mampu menciptakan strategi yang harus dilakukan untuk menghadapi masalah gugatan hukum.

back to top