Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Pers desak Mesir, tutup dakwaan wartawan Al-Jazeera

Pers desak Mesir, tutup dakwaan wartawan Al-Jazeera

Mesir-KoPi│Jaksa Mesir diharapkan mengadakan dakwaan penutup pada 1 Juni. Pada dakwaan ulangan dua wartawan Al-Jazeera English rekan dari wartawan Australia Peter Greste dideportasi dari Mesir.

Untuk terdakwa Mohammed Fahmy dan Baher Mohammed dibebaskan dengan jaminan pada bulan Februari. Sedangkan Greste, juga didakwa dalam kasus ini dideportasi dari Mesir bulan yang sama.

Fahmy, seorang Kanada yang merupakan kepala biro Al-Jazeera English di Mesir membuat komentar tentang waktu penutupan dakwaan setelah sidang pengadilan dalam kasus ini berlangsung Sabtu lalu.

Pemerintah mengadili Fahmy dan Mesir Mohammed atas tuduhan keterlibatan mereka dalam jaringan kelompok teroris. Menurut pemerintah mereka menayangkan dan memalsukan suatu produksi berita yang mengancam keamanan nasional.

Para wartawan bersikeras mereka hanya melakukan pekerjaan mereka. Organisasi hak asasi manusia dan kelompok media mengkritik persidangan terhadap mereka.
│news.com.au│Winda Efanur FS│

back to top