Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pers desak Mesir, tutup dakwaan wartawan Al-Jazeera

Pers desak Mesir, tutup dakwaan wartawan Al-Jazeera

Mesir-KoPi│Jaksa Mesir diharapkan mengadakan dakwaan penutup pada 1 Juni. Pada dakwaan ulangan dua wartawan Al-Jazeera English rekan dari wartawan Australia Peter Greste dideportasi dari Mesir.

Untuk terdakwa Mohammed Fahmy dan Baher Mohammed dibebaskan dengan jaminan pada bulan Februari. Sedangkan Greste, juga didakwa dalam kasus ini dideportasi dari Mesir bulan yang sama.

Fahmy, seorang Kanada yang merupakan kepala biro Al-Jazeera English di Mesir membuat komentar tentang waktu penutupan dakwaan setelah sidang pengadilan dalam kasus ini berlangsung Sabtu lalu.

Pemerintah mengadili Fahmy dan Mesir Mohammed atas tuduhan keterlibatan mereka dalam jaringan kelompok teroris. Menurut pemerintah mereka menayangkan dan memalsukan suatu produksi berita yang mengancam keamanan nasional.

Para wartawan bersikeras mereka hanya melakukan pekerjaan mereka. Organisasi hak asasi manusia dan kelompok media mengkritik persidangan terhadap mereka.
│news.com.au│Winda Efanur FS│

back to top