Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pernikahan dini sebabkan 359 kematian ibu

Pernikahan dini sebabkan 359 kematian ibu
Surabaya - KoPi | Data statistik menunjukkan, pernikahan dini di bawah 16 tahun di Jawa Timur telah mencapai angka 39,43% dari jumlah anak di Jawa Timur. Sekretaris Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) wilayah Jawa Timur Wiwik Afifah menyebutkan 1 dari 5 anak Indonesia menikah pada usia 15-18 tahun. Pernikahan ketika masih berusia anak adalah pernikahan dengan kondisi yang belum siap bagi anak.
 

"Dari segi kesehatan, anak masih mengalami tumbuh kembang. Organ reproduksinya pun belum siap untuk aktivitas reproduksi. Akibatnya sering terjadi kasus anemia pada saat hamil, kematian ibu dan bayi, atau melahirkan bayi dengan gizi rendah. Angka kematian ibu di Indonesia masih 359 per 100 ribu kelahiran dan 32 bayi mati per 1000 kelahiran," ungkap Wiwik.

Wiwik juga menyebutkan pernikahan dini memposisikan anak melakukan hubungan seksual lebih awal. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab kanker leher rahim. Jika dalam rahim terdapat Human Papilloma Virus (HPV), pertumbuhan sel akan menyimpang menjadi kanker.

"Berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, di Indonesia terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk. Anak perempuan adalah kelompok yang paling dirugikan dalam perkawina  usia anak, karena ketidaksiapan organ seksualnya," tukas Wiwik.

Selain itu, Wiwik mengungkapkan bahwa pernikahan usia dini juga rentan bagi anak untuk mengalami tindak kekerasan di rumah tangga (KDRT). KDRT menjadi salah satu penyebab angka perceraian yang meningkat. 

Wiwik menerangkan umumnya hal itu disebabkan karena tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga. selain itu tidak ada tanggung jawab masing-masing pihak. 

Sedangkan pada anak perempuan yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), pemerkosan, kekerasan seksual, menikahkan mereka bukanlah solusi. Mereka akan mengalami trauma dan merasa gagal dalam perjalanan hidupnya. 

"Mereka akan jadi korban untuk yang kedua kalinya. Bisa dibayangkan mereka harus hidup dengan orang yang melakukan kekerasan padanya, dengan orang yang memperkosanya. Anak membutuhkan penguatan dan perlindungan serta pemenuhan haknya sebagai korban," ujar Wiwik.

back to top