Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Perlindungan wartawan masih sebatas manajemen perusahaan

Pelaksanaan safari jurnalistik saat materi penulisan feature Pelaksanaan safari jurnalistik saat materi penulisan feature

Jogjakarta-KoPi|Pekerjaan seorang wartawan bukanlah pekerjaan yang mudah. Wartawan dituntut bekerja profesional dengan terpatok deadline. Tidak jarang keakuratan sebuah berita kurang diperhatikan oleh wartawan lantaran tekanan dealine.

Menurut Komisi Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia, Widodo Asmowiyoto persoalan cacatnya keakuratan berita karena deadLine, bisa disisati dengan rancangan yang matang terhadap topik berita tersebut.

Sementara untuk berita investigasi yang memiliki resiko, selain bagus dalam perencanaan pihak manajemen perusahaan pers juga memberikan perlindungan kepada wartawan.

Permasalahan wartawan secara umum sudah dijabarkan dalam Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999, namun khusus mengenai perlindungan wartawan Widodo menyebutkan peran aktif dari perusahaan pers.

“Perlindungan secara payung hukum, itu sebelumnya jadi ada perusahaan besar yang mempunyai konsultan hukum, untuk menghadapi hal itu, misalnya merancang liputan investigasi sebelum ke lapangan ketika sudah terbit ada masalah itu bisa ada konsultan hukumnya,” tutur Widodo disela acara Safari Jurnalistik di Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa pukul 14.00 WIB.

Tugas berat wartawan terkadang tidak dibarengi dengan tingkat kesejahteraannya. Mengenai hal ini, Widodo menjelaskan melalui organisasi PWI telah menghimbau kepada perusahaan media untuk memperhatikan kesejahteraan karyawannya.

“Untuk keterkaitannya dengan gaji, seringkali menghimbau perusahaan pers untuk memperhatikan nasib karyawannya, kalau dewan pers ada peraturannya, perusahaan pers itu harus berstatus PT misalnya, itu maksudnya sejak awal tanggung jawab kepada wartawan itu bagus, dari segi organisasi itu ada peran mendorong kesejahteraan itu. Minimal gaji wartawan sama dengan UMR,” jelas Widodo. |Winda Efanur FS|

back to top