Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Peringati Hari Bumi, warga Sepat kembali ngelurug Pemkot

Peringati Hari Bumi, warga Sepat kembali ngelurug Pemkot
Surabaya – KoPi | Momen Hari Bumi menjadi kesempatan bagi warga Kampung Sepat untuk menyuarakan kembali hak mereka atas lahan wisata Waduk Sakti Sepat. Mereka menuntut agar Pemkot mengeluarkan memo penghentian kegiatan pengurukan Waduk.
 

Puluhan warga Kampung Sepat mendatangi Kantor Walikota Surabaya dan menuntut bertemu langsung Wali Kota Tri Rismaharini. Namun keinginan warga tak terpenuhi lantaran Risma sedang melakukan inspeksi lapangan. Kedatangan warga hanya diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Berbangsa dan Politik Surabaya Sumarno.

“Kami menuntut supaya Bu Risma mengeluarkan memo kepada PT Ciputra Surya yang berisi penghentian segala aktivitas di kawasan waduk,” ujar Rochim, ketua RT 4 Kelurahan Sepat. Warga khawatir jika Pemkot tidak bisa memberi tindakan segera, area waduk akan semakin banyak yang rusak. 

Warga Sepat juga meminta Pemkot memberi ijin warga untuk membuka pintu masuk ke area waduk, karena mushola warga ada di dalamnya.”Kami mohon supaya pintu masuk dibuka karena ada mushola di dalamnya, supaya nanti kegiatan keagaman bisa segera dilakukan. Jangan sampai kasus ini nanti diseret-seret ke isu keagamaan karena terlalu lama penyegelannya,” tukas Rochim.

Rochim juga mengeluh ada warganya yang terpaksa menganggur karena sumber penghidupannya disegel. Beberapa keramba ikan milik warga masih ada di dalam waduk. “Di dalam waduk ada keramba ikan milik warga. Kalau bisa diamankan tidak apa-apa. Tapi kalau sampai diambil sama preman-preman penjaga, siapa yang bisa mengusut?” tuntutnya.

 

back to top