Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Peringati Hari Bumi, warga Sepat kembali ngelurug Pemkot

Peringati Hari Bumi, warga Sepat kembali ngelurug Pemkot
Surabaya – KoPi | Momen Hari Bumi menjadi kesempatan bagi warga Kampung Sepat untuk menyuarakan kembali hak mereka atas lahan wisata Waduk Sakti Sepat. Mereka menuntut agar Pemkot mengeluarkan memo penghentian kegiatan pengurukan Waduk.
 

Puluhan warga Kampung Sepat mendatangi Kantor Walikota Surabaya dan menuntut bertemu langsung Wali Kota Tri Rismaharini. Namun keinginan warga tak terpenuhi lantaran Risma sedang melakukan inspeksi lapangan. Kedatangan warga hanya diterima oleh Kepala Badan Kesatuan Berbangsa dan Politik Surabaya Sumarno.

“Kami menuntut supaya Bu Risma mengeluarkan memo kepada PT Ciputra Surya yang berisi penghentian segala aktivitas di kawasan waduk,” ujar Rochim, ketua RT 4 Kelurahan Sepat. Warga khawatir jika Pemkot tidak bisa memberi tindakan segera, area waduk akan semakin banyak yang rusak. 

Warga Sepat juga meminta Pemkot memberi ijin warga untuk membuka pintu masuk ke area waduk, karena mushola warga ada di dalamnya.”Kami mohon supaya pintu masuk dibuka karena ada mushola di dalamnya, supaya nanti kegiatan keagaman bisa segera dilakukan. Jangan sampai kasus ini nanti diseret-seret ke isu keagamaan karena terlalu lama penyegelannya,” tukas Rochim.

Rochim juga mengeluh ada warganya yang terpaksa menganggur karena sumber penghidupannya disegel. Beberapa keramba ikan milik warga masih ada di dalam waduk. “Di dalam waduk ada keramba ikan milik warga. Kalau bisa diamankan tidak apa-apa. Tapi kalau sampai diambil sama preman-preman penjaga, siapa yang bisa mengusut?” tuntutnya.

 

back to top