Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Perguruan Tinggi Muhammadiyah perlu ciptakan ilmuwan Al-Qur'an

Perguruan Tinggi Muhammadiyah perlu ciptakan ilmuwan Al-Qur'an

Bantul-KoPi| Sosok Buya Hamka dan Hasbi As-Sidqi, dikenal sebagai ulama-ulama yang mengkaji ilmu pengetahuan berbasis pada Al Qur'an. Kehadiran tokoh-tokoh ulama tersebut perlu dihidupkan kembali di masa kini, terutama oleh perguruan tinggi Islam, Muhammadiyah dan organisasi masyarakat (ormas) islam lainnya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, dalam pembukaan Festival Al-Qur'an di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Rabu (10/08). Lukman juga menyebutkan bahwa umat Islam harus selalu mengingat petuah "ar-ruju' ilal Qur'an was-sunnah" (kembali kepada Al Qur'an dan Sunnah."

"Al Qur'an hadir sebagai petunjuk bagi para ilmuwan untuk mendapatkan ide dan membuat teori. Sejarah mencatat bahwa para ilmuwan mengembangkan ilmu-ilmu baru dengan telaah dari Al Qur'an. Al Qur'an merupakan basis bagi ilmu yang akan memancarkan cakrawala," ujar Lukman.

Lukman juga menyebutkan bahwa Al Qur'an tampil memberikan inspirasi atau dorongan bagi kaum yang berfikir khususnya yang membangun ilmu pengetahuan bagi yang berijtihad. "Al-Qur'an tidak memberikan rumus-rumus ilmu pengetahuan secara detil supaya kita berijtihad mencari mutiara-mutiara ilmu yang belum ada selama ini," terang Lukman.

Selain sebagai pedoman dalam ilmu pengetahuan, Al Qur'an disebut Lukman juga memiliki kandungan seni di dalamnya. Selain ayat-ayat yang memiliki susunan bahasa yang indah, cara membaca Al Qur'an yang indah dinilai dapat menjadi magnet dalam mengembangkan seni di masa mendatang.

Di samping itu, Lukman berharap bahwa dengan diadakannya Festival Al Qur'an dapat menumbuhkan semangat cinta terhadap Al Qur'an di kalangan umat Muslim di Indonesia. "Melihat dunia Islam di timur tengah yang saat ini sedang berkecamuk, Indonesia perlu mengambil peran signifikan yang dapat dijadikan model oleh masyarakat muslim di dunia ini," terang Lukman.

Di akhir sambutannya, menteri Agama juga mengusulkan bahwa perlombaan dalam Festival Al Qur'an kedepannya tidak sekedar melombakan tilawatil Qur'an, syarhil Qur'an atau fahmil Qur'an saja.

"Saya ingin kedepannya dilombakan bagaimana kisah-kisah dalam Al Qur'an bisa dinarasikan, dan diungkap kembali dengan cara tertentu. Mahasiswa kan kreatif, jadi mereka akan bisa mengisahkan kisah-kisah dalam Al Qur'an dengan cara mereka yang kreatif," harap Lukman. |Deansa

back to top