Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Perempuan-perempuan Malaysia ikut ISIS untuk ‘jihad al-nikah’

Perempuan-perempuan Malaysia ikut ISIS untuk ‘jihad al-nikah’

Malaysia-KoPi, Tiga orang perempuan Malaysia yang rupanya menaruh simpatinya kepada ISIS, dilaporkan sedang pergi ke Timur Tengah untuk menawarkan dirinya kepada para militan ISIS untuk memuaskan kebutuhan seksual para militan, seorang intelejen Malaysia mengatakan dalam sebuah interview pada hari Rabu.

“Para wanita tersebut diyakini akan menawarkan diirinya dalam memberikan kesenangan seksual bagi para militan ISIS,” intelejen yang berbicara dan tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Malaysian Insider.

Dia menambahkan: “konsep ini nampak kontroversial tapi hal tersebut mulai meningkat di kalangan perempuan tertentu yang menunjukkan simpatinya kepada ISIS.”

Konsep tersebut disebut dengan “jihad al-nikah”, yang mengizinkan hubungan seksual diluar nikah dengan berbagai pasangan, yang menurut Muslim Salafi garis keras itu adalah konsep yang sah dalam ketika dalam perang suci.

Intelejen tersebut juga mengatakan bahwa perempuan muslim lainnya dari Australia dan Inggris juga telah mengikuti ISIS. Sedangkan laporan mengenai perempuan muslim, yang ikut jihad al-nikah, termasuk para perempuan dari Tunisia telah tejadi sejak akhir 2013 kemarin.

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top