Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Perempuan muda dominan terhadap stres

www.nailsmag.com www.nailsmag.com

Atlanta-KoPi | Para peneliti mengatakan efek stres psikologis yang tidak muncul pada tes medis pasien jantung biasa, sebagian dapat menjelaskan mengapa perempuan dengan penyakit jantung lebih mungkin untuk meninggal akibat serangan jantung dibandingkan pria. Perempuan yang mengidap penyakit jantung di usia muda berisiko tinggi karena mereka tidak proporsional dan rentan terhadap stres emosional.

Ada Paradoks yang menarik tentang perempuan muda dan penyakit jantung kronis. "Mereka memiliki tingkat kematian dan komplikasi yang lebih tinggi setelah serangan jantung dibandingkan dengan laki-laki pada usia yang sama, walaupun memiliki faktor resiko lebih sedikit untuk penyakit jantung,” Kata peneliti Dr Viola Vaccarino. Foxnews.com 19 November 2014.


Ketika sedang stres mental, perempuan usia 55 dan lebih muda menunjukkan penurunan aliran darah ke jantung tiga kali lipat dari laki-laki usia sama. Perbedaan lebih kecil pada usia 56-64, tetapi masih perempuan yang mengalami penurunan lebih besar pada aliran darah ke jantung selama stres mental dibandingkan dengan laki-laki.

Pada  usia 30-an, 40-an dan awal 50-an wanita umumnya menghadapi tingkat stres yang cukup di kehidupan sehari-hari.  Seperti bekerja, membesarkan anak-anak dan kadang-kadang merawat orang tua mereka.  Mereka pasti akan rentan terhadap efek depresi pada kesehatan jantung.

Perempuan dengan tingkat stres tinggi dapat memperoleh kemanfaatan dari konseling, ahli teknik pengurangan stres dan dengan banyak berolahraga. Strategi  yang paling berguna untuk mendorong pasien adalah berolahraga secara teratur, karena telah terbukti dengan jelas untuk meningkatkan kesehatan mental dan pada saat yang sama juga kesehatan fisik. | Joko Raharjo

back to top