Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Perempuan muda dominan terhadap stres

www.nailsmag.com www.nailsmag.com

Atlanta-KoPi | Para peneliti mengatakan efek stres psikologis yang tidak muncul pada tes medis pasien jantung biasa, sebagian dapat menjelaskan mengapa perempuan dengan penyakit jantung lebih mungkin untuk meninggal akibat serangan jantung dibandingkan pria. Perempuan yang mengidap penyakit jantung di usia muda berisiko tinggi karena mereka tidak proporsional dan rentan terhadap stres emosional.

Ada Paradoks yang menarik tentang perempuan muda dan penyakit jantung kronis. "Mereka memiliki tingkat kematian dan komplikasi yang lebih tinggi setelah serangan jantung dibandingkan dengan laki-laki pada usia yang sama, walaupun memiliki faktor resiko lebih sedikit untuk penyakit jantung,” Kata peneliti Dr Viola Vaccarino. Foxnews.com 19 November 2014.


Ketika sedang stres mental, perempuan usia 55 dan lebih muda menunjukkan penurunan aliran darah ke jantung tiga kali lipat dari laki-laki usia sama. Perbedaan lebih kecil pada usia 56-64, tetapi masih perempuan yang mengalami penurunan lebih besar pada aliran darah ke jantung selama stres mental dibandingkan dengan laki-laki.

Pada  usia 30-an, 40-an dan awal 50-an wanita umumnya menghadapi tingkat stres yang cukup di kehidupan sehari-hari.  Seperti bekerja, membesarkan anak-anak dan kadang-kadang merawat orang tua mereka.  Mereka pasti akan rentan terhadap efek depresi pada kesehatan jantung.

Perempuan dengan tingkat stres tinggi dapat memperoleh kemanfaatan dari konseling, ahli teknik pengurangan stres dan dengan banyak berolahraga. Strategi  yang paling berguna untuk mendorong pasien adalah berolahraga secara teratur, karena telah terbukti dengan jelas untuk meningkatkan kesehatan mental dan pada saat yang sama juga kesehatan fisik. | Joko Raharjo

back to top