Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Perempuan berpakaian ketat dan berkerudung kecil, dipolisikan

Perempuan berpakaian ketat dan berkerudung kecil, dipolisikan

Iran-KoPi, Ratusan orang berdemo di ibu kota Iran pada hari Sabtu (12/7) menuntut televisi pemerintah mengenai “budaya berkerudung dan gaya berkerudung” dalam program TV tersebut.

Para demonstran mengecam adanya perempuan-perempuan yang “gaya kerudungnya buruk” dalam sebuah opera dan mengatakan perempuan-perempuan yang memakai pakaian tradisi (pakaian yang longgar yang menutup seluruh badan dan menggunakan cadar) selalu dianggap perempuan yang miskin dan tidak terdidik.

Di bawah hukum islam di Iran sejak revolusi tahun 1979, para perempuan harus menggunakan baju yang longgar dan hijab, kerudung yang menutup rambut dan leher.

Polisi “moral” bertanggung jawab untuk menegakkan hukum tersebut, dan bisa menjatuhkan denda atau menangkap siapa saja yang menolaknya.

Tapi tahun-tahun terakhir-terakhir ini banyak perempuan yang memakai kerudung kecil atau pendek yang hanya menutupi rambutnya saja, bercelana ketat dan pakain yang hanya menutupi hanya sampai pahanya saja, bukan memakai pakaian panjang atau cadar.

“Hukum tersebut harus dihormati jika kemurnian masyarakat ingin dijaga,” demostran Fatemeh Rahmani mengatakan pada AFP.

Perempuan lain, Zeinab Moeini, mengatakan “Polisi “moral” harus menagkap perempuan yang membuat masalah dan “hijabnya buruk” dalam masyarakat Iran.

Di bulan Juni, 195 orang konservatif yang juga menguasai parlemen menuliskankan kepada Presiden Rahwani yang menuntut agar memperketat undang-undang kode etik berpakaian tersebut, dengan mengecam apa yang mereka sebut dengan “invasi budaya” Barat.

Rohwani, seorang moderat yang terpilih menjadi presiden setelah mengkampanyekan tentang budaya dan kebebasan sosial dalam negara republik tersebut.

Di bulan Oktober, dia menyuruh polisi agar menjadi moderat ketika menegakkan syarat-syarat hijab tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa “kita tidak bisa membawa orang-orang ke surga dengan menggunakan cambuk,” sebuah ucapan yang dikutuk oleh para konservatif.

(Fahrurrazi)
Sumber: al-Arabiya News

back to top