Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Perempuan berpakaian ketat dan berkerudung kecil, dipolisikan

Perempuan berpakaian ketat dan berkerudung kecil, dipolisikan

Iran-KoPi, Ratusan orang berdemo di ibu kota Iran pada hari Sabtu (12/7) menuntut televisi pemerintah mengenai “budaya berkerudung dan gaya berkerudung” dalam program TV tersebut.

Para demonstran mengecam adanya perempuan-perempuan yang “gaya kerudungnya buruk” dalam sebuah opera dan mengatakan perempuan-perempuan yang memakai pakaian tradisi (pakaian yang longgar yang menutup seluruh badan dan menggunakan cadar) selalu dianggap perempuan yang miskin dan tidak terdidik.

Di bawah hukum islam di Iran sejak revolusi tahun 1979, para perempuan harus menggunakan baju yang longgar dan hijab, kerudung yang menutup rambut dan leher.

Polisi “moral” bertanggung jawab untuk menegakkan hukum tersebut, dan bisa menjatuhkan denda atau menangkap siapa saja yang menolaknya.

Tapi tahun-tahun terakhir-terakhir ini banyak perempuan yang memakai kerudung kecil atau pendek yang hanya menutupi rambutnya saja, bercelana ketat dan pakain yang hanya menutupi hanya sampai pahanya saja, bukan memakai pakaian panjang atau cadar.

“Hukum tersebut harus dihormati jika kemurnian masyarakat ingin dijaga,” demostran Fatemeh Rahmani mengatakan pada AFP.

Perempuan lain, Zeinab Moeini, mengatakan “Polisi “moral” harus menagkap perempuan yang membuat masalah dan “hijabnya buruk” dalam masyarakat Iran.

Di bulan Juni, 195 orang konservatif yang juga menguasai parlemen menuliskankan kepada Presiden Rahwani yang menuntut agar memperketat undang-undang kode etik berpakaian tersebut, dengan mengecam apa yang mereka sebut dengan “invasi budaya” Barat.

Rohwani, seorang moderat yang terpilih menjadi presiden setelah mengkampanyekan tentang budaya dan kebebasan sosial dalam negara republik tersebut.

Di bulan Oktober, dia menyuruh polisi agar menjadi moderat ketika menegakkan syarat-syarat hijab tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa “kita tidak bisa membawa orang-orang ke surga dengan menggunakan cambuk,” sebuah ucapan yang dikutuk oleh para konservatif.

(Fahrurrazi)
Sumber: al-Arabiya News

back to top