Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Perempuan belum sejahtera di DIY

Perempuan belum sejahtera di DIY

Jogjakarta-KoPi| Kesejahteraan perempuan masih menjadi persoalan krusial di DIY. Perhatian kepada perempuan secara simultan ditangani oleh lembaga yang berkaitan dengan perempuan, seperti BKKBN, Dinas Kesehatan DIY, dan LSM perempuan.

Ketiga lembaga ini mengadakan diskusi publik 'Perempuan, Akses, dan Kebijakan' di RM. Den Nanny, Senin, 30 November 2015.

Menurut Kepala Bidang KB BKKBN DIY, Eliani Astuti program meningkatkan kesejahteraan perempuan masih mendapat tantangan besar. Seputar isu tingginya angka kematian ibu, tingginya angka kematian bayi, penyakit menular, dan kesehatan reproduksi remaja.

Sesuai tupoksinya, BKKBN memperhatikan isu kesehatan reproduksi remaja. "Mendorong pasangan subur 15-49 tahun ikut KB. Gerakan dengan konseling. Tenaga konseling yang sudah terlatih memberi konseling," kata Eliani.

Sementara Dinas Kesehatan DIY, Inni Hikmatin mengatakan angka kematian ibu dan anak relatif stagnan dari tahun ke tahun. "Dari tahun ke tahun angka kematian bayi seperti gergaji, hampir stagnan," paparnya .

Nunung menjelaskan butuh kesadaran dan dukungan masyarakat untuk menekan angka kematian bayi.

"Gizi buruk bayi tergantung pada kondisi sosial masyarakat. Masyarakat masih lebih membeli rokok daripada makanan bergizi," pungkas Inni. |Winda Efanur FS|

back to top