Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Penyerangan Penyidik KPK jadi titik puncak upaya pelemahan KPK

Penyerangan Penyidik KPK jadi titik puncak upaya pelemahan KPK

Jogja-KoPi| Penyerangan penyidik KPK, Novel Baswedan terkait erat dengan masalah korupsi yang sedang ditangani KPK dan titik kulminasi atau puncak dari segala bentuk pelemahan KPK.

 

Penyerangan yang terjadi pada Novel Baswedan merupakan titik kulminasi dari segala bentuk pelemahan KPK sebagai lembaga pemberantas korupsi.

"Ini bukan yg pertama upaya pelemahan KPK. Pelemahan dilakukan baik secara yudisial dan fisik, baik beradab hingga yang biadab dengan penyerangan", kata Eko, PUSHAM UII, saat konverensi pers di PUKAT UGM, Selasa (11/4).

Selain itu penyerangan ini juga diyakini terkait erat dengan kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh KPK.

"Kami menyakini penyerangan ini memiliki keterkaitan erat dengan kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK, baik kasus e-KTP dan kasus-kasus lainnya", jelas Hifdzil Alim, peneliti PUKAT UGM.

"Terdapat desain di dalamnya, dan ada dalang di dalam penyerangan ini. Ini bukan penyerangan biasa", tambahnya.

Sementara itu, Eko juga menyakini bahwa penyerangan ini bukanlah tindakan individual melainkan tindakan yang didesain untuk pelemahan KPK.

"Ini bukan individual dan patut diduga adalah mereka yang memiliki kuasa", tuturnya.

Untuk itu negara harus bertanggung jawab atas semua tindakan ini, dan tidak membiarkannya begitu saja. Harus ada penangan yang serius terhadap tindakan pelemahan tersebut.


Harsrun Halili, Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UGM mengatakan bahwa negara sudah abai dengan teror yang dihadapi KPK.

"Negara abai dengan teror, Negara harus bertanggung jawab, Negara harus bertindak. Negara harus mengusut tuntas kasus ini, dan tangkap otak dari penyerangan", jelasnya.

back to top