Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut
Newcastle-KoPi- Penyakit anak umum misalnya tonsilitis dan infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran di kemudian hari, menurut hasil dari sebuah penelitian. 

Di Newcastle ribuan keluarga dengan jumlah bayi lahir sekitar 1.142 dari tahun 1947 sampai sekarang, diukur kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangannya sebagai bahan penelitian . 

Seperempat dari peserta yang sekarang berusia 60-an, pendengaran mereka diuji dan hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki infeksi ketika masih anak-anak dan mengalami gangguan pendengaran. 

Dr. Mark Pearce yang memimpin penelitian di Institut Kesehatan dan Masyarakat di Newcastle University mengatakan: "Temuan kami menunjukkan bahwa mereka yang menderita infeksi ketika masih anak-anak lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran saat usia 60-an. 

Mengurangi tingkat infeksi masa kanak-kanak dapat membantu mencegah gangguan pendengaran di kemudian hari. 

"Studi ini menunjukkan pentingnya kelahiran Kohort Newcastel, dengan penelitian awalnya berfokus pada infeksi masa kanak-kanak. Penelitian ini sudah berusia hampir 70 tahun dan terus memberikan kontribusi besar untuk memahami kondisi kesehatan yang mungkin melalui kontribusi lanjutan dari anggota kelompok. "

Tonsilitis, infeksi telinga, dan beberapa penyakit bronkitis lainnya terjadi pada tahun pertama kehidupan atau pada usia anak-anak terkait dengan kondisi mereka. 

Dr. Ralph Holme, Kepala Penelitian Biomedical Aksi Gangguan Pendengaran mengatakan, "Gangguan pendengaran mempengaruhi sebanyak satu dari enam orang di Inggris dan sering dilihat sebagai tanda lansia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu terjadi. Penyakit di masa kecil bisa memiliki konsekuensi jangka panjang untuk mendengar di kemudian hari".

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top