Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut
Newcastle-KoPi- Penyakit anak umum misalnya tonsilitis dan infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran di kemudian hari, menurut hasil dari sebuah penelitian. 

Di Newcastle ribuan keluarga dengan jumlah bayi lahir sekitar 1.142 dari tahun 1947 sampai sekarang, diukur kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangannya sebagai bahan penelitian . 

Seperempat dari peserta yang sekarang berusia 60-an, pendengaran mereka diuji dan hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki infeksi ketika masih anak-anak dan mengalami gangguan pendengaran. 

Dr. Mark Pearce yang memimpin penelitian di Institut Kesehatan dan Masyarakat di Newcastle University mengatakan: "Temuan kami menunjukkan bahwa mereka yang menderita infeksi ketika masih anak-anak lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran saat usia 60-an. 

Mengurangi tingkat infeksi masa kanak-kanak dapat membantu mencegah gangguan pendengaran di kemudian hari. 

"Studi ini menunjukkan pentingnya kelahiran Kohort Newcastel, dengan penelitian awalnya berfokus pada infeksi masa kanak-kanak. Penelitian ini sudah berusia hampir 70 tahun dan terus memberikan kontribusi besar untuk memahami kondisi kesehatan yang mungkin melalui kontribusi lanjutan dari anggota kelompok. "

Tonsilitis, infeksi telinga, dan beberapa penyakit bronkitis lainnya terjadi pada tahun pertama kehidupan atau pada usia anak-anak terkait dengan kondisi mereka. 

Dr. Ralph Holme, Kepala Penelitian Biomedical Aksi Gangguan Pendengaran mengatakan, "Gangguan pendengaran mempengaruhi sebanyak satu dari enam orang di Inggris dan sering dilihat sebagai tanda lansia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu terjadi. Penyakit di masa kecil bisa memiliki konsekuensi jangka panjang untuk mendengar di kemudian hari".

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top