Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut
Newcastle-KoPi- Penyakit anak umum misalnya tonsilitis dan infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran di kemudian hari, menurut hasil dari sebuah penelitian. 

Di Newcastle ribuan keluarga dengan jumlah bayi lahir sekitar 1.142 dari tahun 1947 sampai sekarang, diukur kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangannya sebagai bahan penelitian . 

Seperempat dari peserta yang sekarang berusia 60-an, pendengaran mereka diuji dan hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki infeksi ketika masih anak-anak dan mengalami gangguan pendengaran. 

Dr. Mark Pearce yang memimpin penelitian di Institut Kesehatan dan Masyarakat di Newcastle University mengatakan: "Temuan kami menunjukkan bahwa mereka yang menderita infeksi ketika masih anak-anak lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran saat usia 60-an. 

Mengurangi tingkat infeksi masa kanak-kanak dapat membantu mencegah gangguan pendengaran di kemudian hari. 

"Studi ini menunjukkan pentingnya kelahiran Kohort Newcastel, dengan penelitian awalnya berfokus pada infeksi masa kanak-kanak. Penelitian ini sudah berusia hampir 70 tahun dan terus memberikan kontribusi besar untuk memahami kondisi kesehatan yang mungkin melalui kontribusi lanjutan dari anggota kelompok. "

Tonsilitis, infeksi telinga, dan beberapa penyakit bronkitis lainnya terjadi pada tahun pertama kehidupan atau pada usia anak-anak terkait dengan kondisi mereka. 

Dr. Ralph Holme, Kepala Penelitian Biomedical Aksi Gangguan Pendengaran mengatakan, "Gangguan pendengaran mempengaruhi sebanyak satu dari enam orang di Inggris dan sering dilihat sebagai tanda lansia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu terjadi. Penyakit di masa kecil bisa memiliki konsekuensi jangka panjang untuk mendengar di kemudian hari".

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top