Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut

Penyebab gangguan pendengaran di usia lanjut
Newcastle-KoPi- Penyakit anak umum misalnya tonsilitis dan infeksi telinga dapat menyebabkan gangguan pendengaran di kemudian hari, menurut hasil dari sebuah penelitian. 

Di Newcastle ribuan keluarga dengan jumlah bayi lahir sekitar 1.142 dari tahun 1947 sampai sekarang, diukur kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangannya sebagai bahan penelitian . 

Seperempat dari peserta yang sekarang berusia 60-an, pendengaran mereka diuji dan hasilnya menunjukkan mereka yang memiliki infeksi ketika masih anak-anak dan mengalami gangguan pendengaran. 

Dr. Mark Pearce yang memimpin penelitian di Institut Kesehatan dan Masyarakat di Newcastle University mengatakan: "Temuan kami menunjukkan bahwa mereka yang menderita infeksi ketika masih anak-anak lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran saat usia 60-an. 

Mengurangi tingkat infeksi masa kanak-kanak dapat membantu mencegah gangguan pendengaran di kemudian hari. 

"Studi ini menunjukkan pentingnya kelahiran Kohort Newcastel, dengan penelitian awalnya berfokus pada infeksi masa kanak-kanak. Penelitian ini sudah berusia hampir 70 tahun dan terus memberikan kontribusi besar untuk memahami kondisi kesehatan yang mungkin melalui kontribusi lanjutan dari anggota kelompok. "

Tonsilitis, infeksi telinga, dan beberapa penyakit bronkitis lainnya terjadi pada tahun pertama kehidupan atau pada usia anak-anak terkait dengan kondisi mereka. 

Dr. Ralph Holme, Kepala Penelitian Biomedical Aksi Gangguan Pendengaran mengatakan, "Gangguan pendengaran mempengaruhi sebanyak satu dari enam orang di Inggris dan sering dilihat sebagai tanda lansia. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hal ini tidak selalu terjadi. Penyakit di masa kecil bisa memiliki konsekuensi jangka panjang untuk mendengar di kemudian hari".

Irfan Ridlowi

Sumber: news.com

 

 

 

 

back to top