Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pentingnya sarapan yang kaya protein

foxnews.com foxnews.com

Missouri-KoPi- Ada bukti baru bahwa pelaku diet tidak boleh melewatkan sarapan. Terlebih jika sarapan tersebut mengandung banyak protein. Melewatkan sarapan telah lama dikaitkan dengan kelebihan berat badan, meskipun para ilmuwan belum mengetahui hubungan antara keduanya.

Tetapi para peneliti di Universitas Missouri melaporkan bahwa sarapan dengan makanan yang memiliki kadar protein yang tinggi sangat efektif untuk mengurangi keinginan makan dan meningkatkan dopamin, sebuah zat kimia dalam otak yang membuat perasaan senang.

Untuk mengetahui peran sarapan yang kaya protein dalam memproduksi dopamin, para ilmuwan merekrut 16 relawan perempuan yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, semuanya berusia sekitar 19 tahun dan biasa melewatkan sarapan. Setiap minggu, peserta secara acak ditugaskan untuk menjalankan salah satu dari tiga pola sarapan: tidak berprotein, normal, dan tinggi protein.

Sarapan tersebut memiliki kadar kalori yang sama yaitu sekitar 350 kalori. Sarapan yang normal mengandung 13 gram protein dan versi "tinggi" mengandung 35 gram protein. Setelah beberapa minggu, para peserta disurvei kembali untuk megetahui keinginan makan mereka dan diuji untuk kadar dopamin yang dihasilkan. Heather Leidy, salah satu ilmuwan mengatakan “Dibandingkan dengan sarapan normal, makanan yang tinggi protein dapat menurunkan keinginan untuk makan sebnyak 34 kali dan 15 kali lebih banyak dalam menghasilkan produksi dopmin”.foxnews.com Ι Linatul Malihah Ι Irfan Ridlowi

 

back to top