Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pentingnya sarapan yang kaya protein

foxnews.com foxnews.com

Missouri-KoPi- Ada bukti baru bahwa pelaku diet tidak boleh melewatkan sarapan. Terlebih jika sarapan tersebut mengandung banyak protein. Melewatkan sarapan telah lama dikaitkan dengan kelebihan berat badan, meskipun para ilmuwan belum mengetahui hubungan antara keduanya.

Tetapi para peneliti di Universitas Missouri melaporkan bahwa sarapan dengan makanan yang memiliki kadar protein yang tinggi sangat efektif untuk mengurangi keinginan makan dan meningkatkan dopamin, sebuah zat kimia dalam otak yang membuat perasaan senang.

Untuk mengetahui peran sarapan yang kaya protein dalam memproduksi dopamin, para ilmuwan merekrut 16 relawan perempuan yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, semuanya berusia sekitar 19 tahun dan biasa melewatkan sarapan. Setiap minggu, peserta secara acak ditugaskan untuk menjalankan salah satu dari tiga pola sarapan: tidak berprotein, normal, dan tinggi protein.

Sarapan tersebut memiliki kadar kalori yang sama yaitu sekitar 350 kalori. Sarapan yang normal mengandung 13 gram protein dan versi "tinggi" mengandung 35 gram protein. Setelah beberapa minggu, para peserta disurvei kembali untuk megetahui keinginan makan mereka dan diuji untuk kadar dopamin yang dihasilkan. Heather Leidy, salah satu ilmuwan mengatakan “Dibandingkan dengan sarapan normal, makanan yang tinggi protein dapat menurunkan keinginan untuk makan sebnyak 34 kali dan 15 kali lebih banyak dalam menghasilkan produksi dopmin”.foxnews.com Ι Linatul Malihah Ι Irfan Ridlowi

 

back to top