Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Penobatan dimas diajeng Sleman 2014

Sleman – KoPi- Pada hari Jum’at (16/5) bakal menjadi saksi waktu dinobatkannya gelar Dimas Diajeng Sleman 2014. Gelaran grand final pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2014 itu, bakal diselenggarakan di Gedung Multi Purpose Universitas Islam Negeri (UIN)Yogyakarta. Di tempat ini akan ditentukan penyandang lima gelar utama dan tiga gelar atributif dari 15 pasang finalis dimas diajeng.

Seperti diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP, MM, hari ini, ke-15 pasang dimas diajeng terpilih sebagai finalis dalam seleksi Dimas Diajeng Sleman 2014 itu, sebelumnya telah menjalani pembekalan yang sangat intens berupa workshop dan briefing, pemotretan, table manner, bakti sosial, kunjungan media partner, outbound, presentasi, famtrip dan field program. “Serta wajib mengikuti program karantina selama empat hari,” kata AA Ayu Laksmidewi.

Menurut Ayu, dalam program famtrip (familirization trip) para finalis diajak untuk melihat secara langsung beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sleman, dipimpin Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Wasita, SS, MAP. Program ini dimaksudkan untuk untuk menginisiasi peserta agar dapat mengetahui dan mendalami destinasi wisata terkait dengan ragam infomasi dan kualitas produk wisata.

“Sehingga ke depan finalis dimas diajeng Sleman diharapkan dapat mempopulerkan dan mempromosikan destinasi wisata di DIY, khususnya Kabupaten Sleman,” tandas Ayu Laksmidewi.

Ayu menambahkan, dalam field program, para finalis dibagi dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok lima pasang dimas diajeng yang diberi tugas untuk menyusun program aksi terkait dengan kepariwisataan. Kelompok satu yang diketuai Fachriza Fauzi Aldino mengeksekusi program dengan tema wisata alam “Jejag Tirto” atau jelajah jagad batik Parijotho di Desa Wisata Pulesari. Ini merupakan paket wisata alam dan budaya untuk memperkenalkan batik sinom parijotho yang merupakan batik baru khas Sleman dengan motif khusus flora parijotho dan salak pondoh. Peserta terdiri 15 mahasiswa luar daerah, 5 mahasiswa asal Universitas Yunan dan 1 mahasiswa asal Jerman diajak membatik, mencanting dan mengapresiasi batik. Dilanjutkan dengan praktik memasak tumis salak dan sambal salak, outbound dan susur sungai.

Kelompok kedua yang diketuai Rico Ryano mengikuti program “Gowes, Go Fun, Go Smart” yang dikemas dalam bentuk rally sepeda wisata mengunjungi tiga destinasi: Museum Ullen Sentalu, Museum Gunungapi Merapi dan di Desa Wisata Pentingsari berupa kreasi janur dan game nitipriksa.

Kelompok ketiga yang diketuai Eko Setiawan mengangkat program “Sleman Temple Run” berupa eksplorasi obyek wisata UGM dan STIPRAM sebagai wisata pendidikan, Candi Sambisari, Candi Kalasan, Candi Banyunibo dan Bakpia de Java. Kegiatan yang diikuti 25 orang diajak untuk mengenal dan mendalami obyek candi serta workshop pembuatan bakpia sebagai potensi wisata kuliner.

Program karantina dilaksanakan selama empat hari pada 13-16 Mei 2014 di Hotel Savita Inn Jl. Palagan Tentara Pelajar. Di sela-sela karantina dilaksanakan gala dinner di Grha Sarina Vidi Garden Jl. Magelang Sleman yang dimeriahkan dengan pertunjukan budaya (cultural performance) para finalis.

Sedangkan malam grand final pada Jum’at malam,16 Mei 2014 di Gedung Serba Guna UIN Yogyakarta, akan dinobatkan penyandang lima gelar utama: Dimas Diajeng Sleman 2014, Wakil I, Wakil II, Harapan I, Harapan II dan pemenang atributif lainnya Dimas Diajeng Favorit, Dimas Diajeng Persahabatan dan Dimas Diajeng Berbakat.

Dewan juri untuk menentukan pemegang gelar utama dan gelar atributif dalam pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2014 dipimpin Dr. Ike Janita Dewi, Ph.D dengan anggota Yuni Satia Rahayu (Wakil Bupati Sleman), Condroyono, MSP (pakar kebudayaan), praktisi media Drs Octo Lampito, MPd (praktisi media), Lailly Prihatiningtyas (praktisi pariwisata) dan Lusi Laksita (pakar public relation).

Reporter: Affan Safani Adham

 

back to top