Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Penjualan tiket Dream Theatre Presale ditutup hanya dalam 6 jam

Penjualan tiket Dream Theatre Presale ditutup hanya dalam 6 jam

Jogja-KoPi|Euphoria dan antusiasme ribuan penonton Konser Dream Theater mulai terlihat sejak Promotor Rajawali Indonesia Communication membuka penjualan tiket Presale Konser bertajuk JogjaROCKarta hari ini.

Terbukti kurang lebih 6 jam setelah penjualan dibuka dari pukul 10 pagi ,panitia mengumumkan sudah tidak menjual lagi tiket presale .Seluruh 500 Voucher tiket pembelian sudah habis diberikan kepada calon pembeli.

"Semua Voucher pembelian yang kita bagikan sudah habis tadi jam 2 tepat, "ujar Julian salah satu Panitia Penjualan tiket di Coffee Legend,Kamis (4/8)

Voucher tiket presale ini merupakan voucher yang digunakan panitia untuk membantu proses pembelian tiket.Calon pembeli diharapkan menulis data diri dan jumlah tiket yang dibeli.

Tujuan penggunannya untuk mencegah membeludaknya massa yang datang ke Venue pembelian ,Legend Coffee.

Panitia pun menetapkan aturan satu voucher digunakan untuk pembelian maksimal 10 tiket Festival A seharga Rp.750 ribu dan Festival B seharga Rp.350 ribu.Sehingga 500 voucher ini mewakili 2000 target pembeli tiket presale.


Pemberian Voucher ini diberikan lewat dua gelombang saat waktu penjualan. Gelombang pertama sebelum penjualan dibuka dan gelombang kedua saat penjualan dilakukan.

Lebih lanjut Panitia menuturkan banyak pembeli sudah menunggu di Legend Coffee dari pukul 05.00 pagi untuk mendapatkan voucher pembelian.

"Mereka sudah datang sejak jam 5 pagi, ada yang jam 7 dan menunggu masuk ke legend,"ucap Uchi salah satu panitia.

Salah satu pembeli bernama Indrasukma,asli Balikpapan yang tinggal di Jogja mengatakan sudah menanti penjualan sejak pukul 9. Ia pun membeli 10 tiket dengan kategori Festival A dan B.

"Saya datang jam 9 lalu dapat voucher gelombang kedua ,saya dengar gelombang pertama mulai diberikan pukul 8 pagi,"tuturnya.

Sementara pembeli lain,bernama Pundi asli Sleman mengimbuhkan hampir saja terlambat kehabisan tiket festival B pada pukul 11. Ia bersama temannya Sukasmanto ,mendapatkan tiket festival A dan B.

Terlepas dari rumitnya sistem pembelian yang diterapkan panitia, para pembeli tiket tidak berkeberatan dengan sistem ini. Mereka menyampaikan harga tiket yang dijual oleh Promotor sangat masuk akal untuk band sekelas Dream Theater.

"saya sangat antusias dengan acara JogjaROCKarta ini,sangat jarang DT(Dream Theater) tampil di Indonesia, terakhir tahun 2012, belum lagi DT ditemani band lawas (lama). Sehingga harganya sangat masuk akal,saya juga sangat menanti dengan tata panggungnya seperti apa,"pungkas Indra. | Syidiq Syaiful Ardli

back to top