Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Penjual tanaman hias: MEA jadi peluang bisnis

Penjual tanaman hias: MEA jadi peluang bisnis

Jogjakarta-KoPi| Tahun 2016 Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebentar lagi ratusan produk luar negeri akan membanjiri pasar dalam negeri, termasuk produk tanaman hias dan buah pun akan menjadi pangsa pasar yang besar.

Menurut penjual tanaman hias, Sri Yanti MEA tidak menjadi ancaman bagi tanaman lokal. Justru MEA nanti menjadi peluang bagi penjual tanaman hias lokal.

Sri menambahkan dirinya tidak memiliki strategi khusus menghadapi MEA, terkait tanaman hias, Sri menitikberatkan pada inovasi tanaman.

"Strateginya, harus cerdas. Misalnya tanaman adonium diinovasikan, dari persilangan itu akan mengangkat tanaman," kata Sri saat ditemui di pasar Pasar Tanaman Hias pada 21 Januari 2016 .

Sri melanjutkan dirinya turut mendistribusikan tanaman hias khas Thailand tersebut. Pasalnya peminatnya semakin banyak. Terutama dari kalangan rumah tangga, seperti aglaonema. Bahkan produk tanaman hias dan buah-buahan luar negeri sudah dari dahulu masuk ke Jogjakarta. Kebanyakan produk buah-buahan dari Thailand seperti jeruk dan apel asal Thailand.

"Yang dari impor ada dari Thailand, ini aglonema merah. Asal dari sana, tapi pembibitannya di sini," jelas Sri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yanti Wibowo kehadiran MEA tidak mengkhawatirkan produk tanaman lokal. Yanti memandang kualitas tanaman lokal Indonesia lebih unggul dari produk luar negeri MEA.

"Iya memang Thailand lebih unggul teknologi dibanding kita, tapi di kita persilangan anggreknya bagus-bagus. Ada anggrek dari Kalimantan, Papua,"tutur Yanti salah satu penjual tanaman di pasar Pasty.

Sejauh ini Yanti menilai keterlibatan pemerintah setempat terhadap kemajuan pasar sudah bagus. Namun ke depan Yanti mengharapkan peran pemerintah lebih meningkatkan pemasaran dan kualitas dari tanaman lokal. |Winda Efanur FS|

back to top