Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Penjual tanaman hias: MEA jadi peluang bisnis

Penjual tanaman hias: MEA jadi peluang bisnis

Jogjakarta-KoPi| Tahun 2016 Indonesia telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebentar lagi ratusan produk luar negeri akan membanjiri pasar dalam negeri, termasuk produk tanaman hias dan buah pun akan menjadi pangsa pasar yang besar.

Menurut penjual tanaman hias, Sri Yanti MEA tidak menjadi ancaman bagi tanaman lokal. Justru MEA nanti menjadi peluang bagi penjual tanaman hias lokal.

Sri menambahkan dirinya tidak memiliki strategi khusus menghadapi MEA, terkait tanaman hias, Sri menitikberatkan pada inovasi tanaman.

"Strateginya, harus cerdas. Misalnya tanaman adonium diinovasikan, dari persilangan itu akan mengangkat tanaman," kata Sri saat ditemui di pasar Pasar Tanaman Hias pada 21 Januari 2016 .

Sri melanjutkan dirinya turut mendistribusikan tanaman hias khas Thailand tersebut. Pasalnya peminatnya semakin banyak. Terutama dari kalangan rumah tangga, seperti aglaonema. Bahkan produk tanaman hias dan buah-buahan luar negeri sudah dari dahulu masuk ke Jogjakarta. Kebanyakan produk buah-buahan dari Thailand seperti jeruk dan apel asal Thailand.

"Yang dari impor ada dari Thailand, ini aglonema merah. Asal dari sana, tapi pembibitannya di sini," jelas Sri.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yanti Wibowo kehadiran MEA tidak mengkhawatirkan produk tanaman lokal. Yanti memandang kualitas tanaman lokal Indonesia lebih unggul dari produk luar negeri MEA.

"Iya memang Thailand lebih unggul teknologi dibanding kita, tapi di kita persilangan anggreknya bagus-bagus. Ada anggrek dari Kalimantan, Papua,"tutur Yanti salah satu penjual tanaman di pasar Pasty.

Sejauh ini Yanti menilai keterlibatan pemerintah setempat terhadap kemajuan pasar sudah bagus. Namun ke depan Yanti mengharapkan peran pemerintah lebih meningkatkan pemasaran dan kualitas dari tanaman lokal. |Winda Efanur FS|

back to top