Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Penjara bukan lagi tempat bagi pecandu

Penjara bukan lagi tempat bagi pecandu
Surabaya – KoPi | Kepala Humas BNN Pusat Slamet Pribadi mengatakan kampus-kampus perlu diberi peran sebagai kontributor rehabilitasi. Rehabilitasi penting bagi para korban penyalahgunaan narkotika pemula. Slamet menyatakan, jika para penyalahguna pemula tersebut dimasukkan ke penjara, mereka justru bertemu dengan bandar atau penyalahguna senior.
 

“Jadinya begitu keluar dia malah jadi kurir, jadi tambah parah penyalahgunaannya, atau jadi bandar baru. Sayang kan anak-anak masa depan ini masuk penjara,” ujarnya dalam Diskusi Panel Kelompok Ahli Badan Narkotika Nasional di Universitas Airlangga, Surabaya (26/3). 

Selama ini mahasiswa menjadi sasaran utama peredaran narkotika. Pengguna narkotika dari kalangan mahasiswa mencapai 27% dari total penyalahguna di seluruh Indonesia. 

Iwan menambahkan, UU telah mewajibkan negara untuk merehabilitasi para penyalahguna, bukan menghukum mereka. Pecandu dan korban berhak untuk disehatkan, diobati, dan dipulihkan.

“Kita akan merasakan pentingnya rehab apabila orang-orang yang kita cintai menjadi korban penyalahgunaan. Karena kalau tidak direhab barang-barang bisa hilang, dijual untuk beli narkotika,” ungkapnya.

Program 100 ribu rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika bekerjasama dengan Kemenkes, Kemensos, TNI-Polri, Kemenhumham, dan Depdagri. BNN menyebutkan saat ini mereka melatih para konselor dan memberi pemahaman soal adiksi di instansi TNI-Polri, Kemenkes, Kemensos, dan rumah sakit-rumah sakit. Di rumah sakit milik TNI-Polri juga sudah disiapkan ruangan khusus untuk para pecandu yang mau direhabilitasi. Selain itu, seluruh RS di bawah Kemenkes yang ditunjuk akan disiapkan menjadi tempat bagi rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. 

 

back to top