Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Peningkatan kadar CO2 di Dunia mencapai 400 ppm

Peningkatan kadar CO2 di Dunia mencapai 400 ppm

AS-KoPi | Rekor konsentrasi gas buangan Karbon dioksida (CO2) di atmosfer tercatat mengalami kanaikan tertinggi dibulan ini.

Ilmuwan mengatakan kapasitas inilah yang menjadi titik kunci dari adanya pemanasan global.

Lembaga Ilmu Pengetahuan AS (NOAA) hari Rabu silam menunjukan angka kenaikan yang dramatis dari sejak dimulainya pencatatan, dalam hitungan perjuta (ppm) di atmosfir CO2 mengalami kenaikan hampir 400 (ppm) dalam satu bulan.

Tahun 2012 dan 2013 Dunia mencatat adanya Rekor baru atas kenaikan kadar CO2 yang lebih dari 400ppm di beberapa daerah lokal, hal ini muncul setelah beberapa dekade sebelumnya kadar CO2 didunia dianggap dalam massa aman yakni sekitar 350 (ppm).

"pencapaian  400ppm gas CO2merupakan penyebab terpenting terjadinya pemanasan global," kata Pieter Tans, ilmuwan memimpin pada jaringan gas rumah kaca NOAA."Ini menandakan kenyataan bahwa pembakaran bahan bakar fosil telah menyebabkan konsentrasi karbon global dioksida meningkat lebih dari 120ppm sejak masa pra-industri," tambah Tans.

Para pemimpin dunia berencana akan bertemu di Paris untuk pembahasan lebih lanjut dalam upaya   mengurangi emisi karbon dan menghindari pemanasan global yang berbahaya.Dr Ed Hawkins, seorang ilmuwan iklim di University of Reading mengatakan kepada: "Acara ini merupakan tonggak untuk memperbaiki perubahan iklim yang bahkan belum pernah terjadi sebelumnya bagi umat manusia." Menurutnya, “Mencapai 400ppm tidak akan bisa diatasi hanya oleh sebagian masyarakat , ini merupakan tugas para politisi untuk turut serta dalam kemungkinan menurunkan kadar CO2 sekarang ini.”

Nick Nuttall, juru bicara Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) yang mengawasi negosiasi iklim internasional, mengatakan: "Angka-angka ini menggarisbawahi urgensi negara dalam menyampaikan kesepakatan universal baru yang akan ditentukan di Paris pada bulan Desember –ini aan menjadi hal yang serius dan dalam upaya pengembalian angka yang signifikan dari masa lalu.

"Perjanjian dan keputusan nanti sekitarnya perlu adanya  rencana jangka panjang yang memberikan kebijakan, jalur dan keuangan untuk menekan emisi global dalam waktu 10 tahun” James Butler, direktur divisi monitoring global Noaa, mengatakan:

"Penghapusan sekitar 80% dari emisi bahan bakar fosil pada dasarnya akan menghentikan kenaikan karbon dioksida di atmosfer, tetapi konsentrasi karbon dioksida tidak akan mulai menurun sampai adanya pengurangan lebih lanjut, dan itupun hanya akan menurun secara perlahan-lahan.”

Konsentrasi CO2 berada di 400.83ppm pada Maret Maret lalu dibandingkan dengan 398.10ppm Maret 2014, data awal menunjukkan Noaa. Noaa menggunakan sampel udara yang diambil dari 40 situs di seluruh dunia, dan berpusat di Boulder, Colorado.

Badan ini menambahkan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata dalam konsentrasi adalah 2.25ppm per tahun 2012-2014, tertinggi yang pernah tercatat selama tiga tahun berturut-turut. |theguardian|Luthfia Lathifatul KLM

back to top