Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Peningkatan kadar CO2 di Dunia mencapai 400 ppm

Peningkatan kadar CO2 di Dunia mencapai 400 ppm

AS-KoPi | Rekor konsentrasi gas buangan Karbon dioksida (CO2) di atmosfer tercatat mengalami kanaikan tertinggi dibulan ini.

Ilmuwan mengatakan kapasitas inilah yang menjadi titik kunci dari adanya pemanasan global.

Lembaga Ilmu Pengetahuan AS (NOAA) hari Rabu silam menunjukan angka kenaikan yang dramatis dari sejak dimulainya pencatatan, dalam hitungan perjuta (ppm) di atmosfir CO2 mengalami kenaikan hampir 400 (ppm) dalam satu bulan.

Tahun 2012 dan 2013 Dunia mencatat adanya Rekor baru atas kenaikan kadar CO2 yang lebih dari 400ppm di beberapa daerah lokal, hal ini muncul setelah beberapa dekade sebelumnya kadar CO2 didunia dianggap dalam massa aman yakni sekitar 350 (ppm).

"pencapaian  400ppm gas CO2merupakan penyebab terpenting terjadinya pemanasan global," kata Pieter Tans, ilmuwan memimpin pada jaringan gas rumah kaca NOAA."Ini menandakan kenyataan bahwa pembakaran bahan bakar fosil telah menyebabkan konsentrasi karbon global dioksida meningkat lebih dari 120ppm sejak masa pra-industri," tambah Tans.

Para pemimpin dunia berencana akan bertemu di Paris untuk pembahasan lebih lanjut dalam upaya   mengurangi emisi karbon dan menghindari pemanasan global yang berbahaya.Dr Ed Hawkins, seorang ilmuwan iklim di University of Reading mengatakan kepada: "Acara ini merupakan tonggak untuk memperbaiki perubahan iklim yang bahkan belum pernah terjadi sebelumnya bagi umat manusia." Menurutnya, “Mencapai 400ppm tidak akan bisa diatasi hanya oleh sebagian masyarakat , ini merupakan tugas para politisi untuk turut serta dalam kemungkinan menurunkan kadar CO2 sekarang ini.”

Nick Nuttall, juru bicara Konvensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) yang mengawasi negosiasi iklim internasional, mengatakan: "Angka-angka ini menggarisbawahi urgensi negara dalam menyampaikan kesepakatan universal baru yang akan ditentukan di Paris pada bulan Desember –ini aan menjadi hal yang serius dan dalam upaya pengembalian angka yang signifikan dari masa lalu.

"Perjanjian dan keputusan nanti sekitarnya perlu adanya  rencana jangka panjang yang memberikan kebijakan, jalur dan keuangan untuk menekan emisi global dalam waktu 10 tahun” James Butler, direktur divisi monitoring global Noaa, mengatakan:

"Penghapusan sekitar 80% dari emisi bahan bakar fosil pada dasarnya akan menghentikan kenaikan karbon dioksida di atmosfer, tetapi konsentrasi karbon dioksida tidak akan mulai menurun sampai adanya pengurangan lebih lanjut, dan itupun hanya akan menurun secara perlahan-lahan.”

Konsentrasi CO2 berada di 400.83ppm pada Maret Maret lalu dibandingkan dengan 398.10ppm Maret 2014, data awal menunjukkan Noaa. Noaa menggunakan sampel udara yang diambil dari 40 situs di seluruh dunia, dan berpusat di Boulder, Colorado.

Badan ini menambahkan bahwa tingkat pertumbuhan rata-rata dalam konsentrasi adalah 2.25ppm per tahun 2012-2014, tertinggi yang pernah tercatat selama tiga tahun berturut-turut. |theguardian|Luthfia Lathifatul KLM

back to top