Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pengusaha yakin Pertalite lebih untungkan masyarakat

Pengusaha yakin Pertalite lebih untungkan masyarakat
Surabaya - KoPi | BBM jenis baru, Pertalite, telah mulai diujicobakan pada masyarakat. BBM yang mengandung Research Octane Number (RON) 90 ini diklaim lebih ramah lingkungan dan lebih baik bagi mesin dibandingkan Premium. Dengan harga yang lebih mahal daripada Premium namun di bawah Pertamax, Pertalite disebut lebih menguntungkan bagi masyarakat.
 

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Region Jawa Timur Rachmad Muhamadiyah mengatakan margin keuntungan yang didapat dari menjual Peralite lebih tinggi dibandingkan Premium. Rachmad mengatakan, untuk menjual Pertalite, Hiswana Migas tidak perlu mengeluarkan investasi yang besar.

Rachmad menilai, Pertalite merupakan produk yang tepat bagi mereka yang selama ini menggunakan Premium namun ingin menggantinya dengan bahan bakar dengan kualitas lebih baik. Ia bahkan memperkirakan akan ada peralihan pasar setelah Pertalite dipasarkan secara luas.

"Kemungkinan alih pasar ada. Karena sekarang ini negara lain sudah jarang menggunakan bahan bakar beroktan 88. Kebanyakan sudah pakai oktan 90," ujarnya.

Saat ini PT Pertamina tengah melakukan uji coba Pertalite di 101 SPBU di beberapa kota di Indonesia. Di Jawa Timur, Pertalite yang dijual dengan harga Rp 8.400 ini tersedia 33 SPBU di wilayah Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo.

Harga tersebut dianggap masih sesuai dengan perkiraan, karena berada di atas harga Premium namun tetap di bawah harga Pertamax. PT Pertamina mengatakan, sebagai bahan bakar non-subsidi, di masa depan harga tersebut akan diregulasi sesuai dengan naik turunnya harga minyak dunia.

back to top