Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Pengusaha hebat perlu miliki daya juang yang tinggi

Pengusaha hebat perlu miliki daya juang yang tinggi

Bantul-KoPi| Menjadi seorang pengusaha sukses diperlukan semangat dan mental yang kuat, serta daya juang yang tinggi. Terlebih menjadi pengusaha tanpa memiliki modal ilmu di perkuliahan maupun sekolah formal.

Hal tersebut seperti yang dirasakan oleh Teguh Sunaryo yang saat ini telah sukses menjadi Direktur PT. DMI Indonesia saat memberikan seminar “Muda Berkarya, Muda Berwirausaha,” Selasa (14/2) di Gedung AR Fachruddin B Lantai 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Banyak pengusaha yang mengubah dunia, justru mereka yang tidak sekolah. Namun yang perlu diingat, mereka memiliki daya juang yang sangat tinggi untuk meraihnya. Ini karena bisnis itu mengelola ketidakpastian, sehingga diperlukan mental yang kuat. Jika melihat masa lampau saya, saya dilahirkan dari ibu yang tidak pernah sekolah.

Saat kuliah, saya mengambil jurusan filsafat yang ijazahnya tidak laku dijual untuk mencari pekerjaan. Dari inilah pikiran saya mengantar menjadi pedagang,” ujar Motivator Bidang Pengembangan Orang Berbakat, sekaligus Praktisi Pendidikan Anak Bakat Indonesia.

Teguh melanjutkan, menjadi seorang pengusaha diperlukan empat hal agar bertahan dalam berbisnis. Diantaranya pengusaha memerlukan open minded sehingga tidak diperkenankan untuk menutup dirinya. Selain itu, berpikir positif juga sangat diperlukan jika ingin menjadi pengusaha.

“Dalam berbisnis niat kita jangan mencari uang. Niat karena uang akan muncul kesombongan jika mendapatkan keuntungan yang besar, dan menjadi minder jika mendapat keuntungan yang kecil,” lanjutnya. Tiga hal lainnya yaitu harus punya visi atau mind mapping, serta harus punya nilai tambah (added value).

Menjadi pengusaha pun, seperti yang dikatakan oleh Teguh bahwa kesuksesan pasti dilalui dengan kesulitan. Jika takut dengan kata sulit maka akan sulit juga menjadi mental pengusaha. “Menurut saya sukses itu tidak ada.

Sukses ada jika dilalui dengan ikhtiar (usaha, red) dan tawakal. Menjadi pengusaha tidak semua orang bisa meraih, harus diperjuangkan dan membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, pengorbanan, pengertian, serta kesabaran dan juga hal lain yang sulit diprediksikan,” papar Teguh.

Ungkapan Teguh tersebut juga senada dengan Endah Susetyo Indriyati, pemilik Kembar Grup saat menjadi pembicara di acara yang serupa. Pada seminar tersebut Endah mengatakan bahwa pengusaha harus mempunyai keberanian untuk memulainya.

Jika calon pengusaha takut untuk memulainya, tidak akan pernah menjadi pengusaha. Selain itu diperlukan pula jiwa kesabaran, kegigihan, ikhlas, serta rendah hati.

“Salah satu kunci pedagang sukses yaitu kerendahan hati harus dibuktikan. Ketika ada yang minta tolong dan asal kita bisa, jangan terlalu tinggi menilai tinggi pada diri kita. Kalau kita membantu, maka orang lain yang akan menilai kita tinggi,” pesan pengusaha yang akrab disapa Indri tersebut.

Indri menambahkan, kondisi pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Dengan menjadi pengusaha akan menciptakan peluang pekerjaan bagi orang lain. Dan dengan menjadi pengusaha yang sejati juga harus berani memutuskan untuk bersikap, berpikir, dan bertindak secara mandiri, dengan cara yang jujur dan adil, jauh dari sifat-sifat keserakahan dan kecurangan. (hv)

back to top