Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pengungsi Kobani mungkin tidak bisa pulang, mereka terlantar

Pengungsi Kobani mungkin tidak bisa pulang, mereka terlantar
Turki-KoPi- 180.000 orang telah melarikan diri ke Turki tanpa uang atau identitas dokumen untuk mendapatkan pekerjaan karena mereka berusaha menghindari kekerasan ISIS. 

Hampir satu bulan pertempuran di kota Kobani tempat kelompok kurdi Suriah bertempat tinggal. Ratusan ribu warga sipil yang melarikan diri sekarang menghadapi realitas, mereka mungkin tidak pernah bisa kembali ke rumah mereka. 

Di kota Suruc Turki yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan Suriah merupakan tempat para pengungsi bermukim, akan tetapi tidak ada rumah sakit darurat  yang siap untuk menghadapi kebutuhan para pengungsi. 

Para pengungsi tidak punya uang untuk meninggalkan Suruc dan bahkan sekarang mereka berjuang menemukan apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup di tanah asing. Pengungsi wanita tua muda dan anak-anak hanya bisa duduk di trotoar menunggu dengan cemas bantuan segera datang.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.sky.com

 

 

 

 

back to top