Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pengungsi Kobani mungkin tidak bisa pulang, mereka terlantar

Pengungsi Kobani mungkin tidak bisa pulang, mereka terlantar
Turki-KoPi- 180.000 orang telah melarikan diri ke Turki tanpa uang atau identitas dokumen untuk mendapatkan pekerjaan karena mereka berusaha menghindari kekerasan ISIS. 

Hampir satu bulan pertempuran di kota Kobani tempat kelompok kurdi Suriah bertempat tinggal. Ratusan ribu warga sipil yang melarikan diri sekarang menghadapi realitas, mereka mungkin tidak pernah bisa kembali ke rumah mereka. 

Di kota Suruc Turki yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan Suriah merupakan tempat para pengungsi bermukim, akan tetapi tidak ada rumah sakit darurat  yang siap untuk menghadapi kebutuhan para pengungsi. 

Para pengungsi tidak punya uang untuk meninggalkan Suruc dan bahkan sekarang mereka berjuang menemukan apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup di tanah asing. Pengungsi wanita tua muda dan anak-anak hanya bisa duduk di trotoar menunggu dengan cemas bantuan segera datang.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.sky.com

 

 

 

 

back to top