Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pengungsi Kobani mungkin tidak bisa pulang, mereka terlantar

Pengungsi Kobani mungkin tidak bisa pulang, mereka terlantar
Turki-KoPi- 180.000 orang telah melarikan diri ke Turki tanpa uang atau identitas dokumen untuk mendapatkan pekerjaan karena mereka berusaha menghindari kekerasan ISIS. 

Hampir satu bulan pertempuran di kota Kobani tempat kelompok kurdi Suriah bertempat tinggal. Ratusan ribu warga sipil yang melarikan diri sekarang menghadapi realitas, mereka mungkin tidak pernah bisa kembali ke rumah mereka. 

Di kota Suruc Turki yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan Suriah merupakan tempat para pengungsi bermukim, akan tetapi tidak ada rumah sakit darurat  yang siap untuk menghadapi kebutuhan para pengungsi. 

Para pengungsi tidak punya uang untuk meninggalkan Suruc dan bahkan sekarang mereka berjuang menemukan apa yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup di tanah asing. Pengungsi wanita tua muda dan anak-anak hanya bisa duduk di trotoar menunggu dengan cemas bantuan segera datang.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.sky.com

 

 

 

 

back to top