Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pengguna Narkoba Butuh Sentuhan Psikologis

Pengguna Narkoba Butuh Sentuhan Psikologis

Yogyakarta-KoPi- Mengindahkan aturan hukum yang ada. Pecandu narkoba sebenarnya orang sakit yang membutuhkan kesembuhan. Tidak jarang pecandu yang tertangkap lalu dipenjarakan justru di dalam penjara terjadi ‘transaksi’ haram. Secara kasat mata terjadi disfungsi lembaga kemasyarakatan.

Menurut Budiharso menempatkan para pecandu di tempat rehabilitasi harus lebih diprioritaskan. Masalah hukum nanti akan diproses dengan prosedur yang ada.

Dalam proses penyembuhan tidak ada jaminan kesembuhan. Pecandu sendiri yang bisa menjamin. Semakin kuat dan besar niatnya untuk sembuh kemungkinan sembuhnya besar juga sebaliknya.

“ Yang disembuhkan jangan hanya pecandunya sendiri, juga orang deketnya. Mindset yang terjadi kalau anak ketahuan memakai narkoba akan langsung dimarahin. Kalau anak melawan diusir. Justru ga ada yang ngurusin. Anak kembali ke komunitas pecandu. Tolong anak itu harus dirangkul, diajak ngomong menentukan masa depannya,” papar Budiharso.

Salah satu alasan terbesar orang yang menggunakan narkoba karena ingin “fly”. Efek “kenikmatan” dirinya bebas dan bahagia. Imbas dari putusnya harmonisasi faktor keluarga juga keramahan lingkup sosialnya. Sehingga dirinya mengasingkan diri dengan menciptakan “imajinasi keindahan ” sendiri. Di sini lah peran keluarga dan kerabat dekat sangat penting.

 

Winda Efanur FS

 

 

 

back to top