Menu
Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

Prev Next

Pengguna Narkoba Butuh Sentuhan Psikologis

Pengguna Narkoba Butuh Sentuhan Psikologis

Yogyakarta-KoPi- Mengindahkan aturan hukum yang ada. Pecandu narkoba sebenarnya orang sakit yang membutuhkan kesembuhan. Tidak jarang pecandu yang tertangkap lalu dipenjarakan justru di dalam penjara terjadi ‘transaksi’ haram. Secara kasat mata terjadi disfungsi lembaga kemasyarakatan.

Menurut Budiharso menempatkan para pecandu di tempat rehabilitasi harus lebih diprioritaskan. Masalah hukum nanti akan diproses dengan prosedur yang ada.

Dalam proses penyembuhan tidak ada jaminan kesembuhan. Pecandu sendiri yang bisa menjamin. Semakin kuat dan besar niatnya untuk sembuh kemungkinan sembuhnya besar juga sebaliknya.

“ Yang disembuhkan jangan hanya pecandunya sendiri, juga orang deketnya. Mindset yang terjadi kalau anak ketahuan memakai narkoba akan langsung dimarahin. Kalau anak melawan diusir. Justru ga ada yang ngurusin. Anak kembali ke komunitas pecandu. Tolong anak itu harus dirangkul, diajak ngomong menentukan masa depannya,” papar Budiharso.

Salah satu alasan terbesar orang yang menggunakan narkoba karena ingin “fly”. Efek “kenikmatan” dirinya bebas dan bahagia. Imbas dari putusnya harmonisasi faktor keluarga juga keramahan lingkup sosialnya. Sehingga dirinya mengasingkan diri dengan menciptakan “imajinasi keindahan ” sendiri. Di sini lah peran keluarga dan kerabat dekat sangat penting.

 

Winda Efanur FS

 

 

 

back to top