Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Pengguna Narkoba Butuh Sentuhan Psikologis

Pengguna Narkoba Butuh Sentuhan Psikologis

Yogyakarta-KoPi- Mengindahkan aturan hukum yang ada. Pecandu narkoba sebenarnya orang sakit yang membutuhkan kesembuhan. Tidak jarang pecandu yang tertangkap lalu dipenjarakan justru di dalam penjara terjadi ‘transaksi’ haram. Secara kasat mata terjadi disfungsi lembaga kemasyarakatan.

Menurut Budiharso menempatkan para pecandu di tempat rehabilitasi harus lebih diprioritaskan. Masalah hukum nanti akan diproses dengan prosedur yang ada.

Dalam proses penyembuhan tidak ada jaminan kesembuhan. Pecandu sendiri yang bisa menjamin. Semakin kuat dan besar niatnya untuk sembuh kemungkinan sembuhnya besar juga sebaliknya.

“ Yang disembuhkan jangan hanya pecandunya sendiri, juga orang deketnya. Mindset yang terjadi kalau anak ketahuan memakai narkoba akan langsung dimarahin. Kalau anak melawan diusir. Justru ga ada yang ngurusin. Anak kembali ke komunitas pecandu. Tolong anak itu harus dirangkul, diajak ngomong menentukan masa depannya,” papar Budiharso.

Salah satu alasan terbesar orang yang menggunakan narkoba karena ingin “fly”. Efek “kenikmatan” dirinya bebas dan bahagia. Imbas dari putusnya harmonisasi faktor keluarga juga keramahan lingkup sosialnya. Sehingga dirinya mengasingkan diri dengan menciptakan “imajinasi keindahan ” sendiri. Di sini lah peran keluarga dan kerabat dekat sangat penting.

 

Winda Efanur FS

 

 

 

back to top