Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Pengganti Sultan Hamengkubuwono X mutlak laki-laki

Pengganti Sultan Hamengkubuwono X mutlak laki-laki

Jogjakarta-KoPi| Beberapa waktu yang lalu fraksi DPRD memperdebatkan posisi gubernur dan wakil guberur Jogjakarta dalam Raperdais. Setelah melewati perbincangan yang alot akhirnya enam fraksi setuju untuk mengembalikan pada UU Keistimewaan.

Pengacuan pada UU keistimewaan berdampak pada posisi gubernur Jogjakarta mutlak seorang laki-laki. Menurut Romo Tirun, salah satu kerabat Sultan Hamengkubuwono X, syarat menjadi gubernur sudah pararlel dengan UU keistimewaan.

“Kalau saya ya, sudah berdasarkan ini saja (UU keistimewaan). Sesuai pasal 18 ayat 1C, syaratnya harus bertahta menjadi sultan untuk calon gubernur dan bertahta sebagai adipati Paku Alam untuk wakil gubernur ”, paparnya.

Hal itu semakin dikuatkan dengan pasal 1M bahwa syarat bertahta sebagai HB yang menjadi gubernur wajib menyerahkan daftar riwayat hidup, pendidikan, pekerjaan, saudra kandung istri dan anak.

“Lha kenapa kok istri, lha wong ini (sultannya) laki-laki, kok”, tegas Romo Tirun.

Romo Tirun menegaskan pengganti sultan pastinya seorang laki-laki. “Bukan lagi soal gender, sultannya perempuan. Semua simbol di kraton sejak dahulu untuk menunjuk sultannya laki-laki”. |Winda Efanur FS|

back to top