Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Pengembang misterius di Yogyakarta lahannya disegel

Pengembang misterius di Yogyakarta lahannya disegel

Jogja-KoPi|Puluhan warga Penumping, Gowongan, Jetis Yogyakarta bersama Satpol PP menyegel pembangunan pagar tanah di Jalan Bumijo, Jumat(12/5). Perusahaan pengembang dari Jakarta menggunakan area tanah seluas 3119 meter persegi tidak memliki izin mendirikan bangunan(IMB).

Mereka sudah melanggar peraturan daerah kota Yogyakarta nomor 2 tahun 2012 tentang pembangunan gedung, mereka belum memiliki IMB dan pagar ini sudah dibangun. Oleh karena itu pembangunan ini kita segel,” Ujar Budi dari kepala seksi pengendalian operasional, Satpol PP Yogyakarta.

Sementara pihak warga sendiri merasa geram dengan sikap pemilik tanah yang memblokir akses jalan warga dengan tembok batu bata.

Hairul Ibath, seorang warga menuturkan setidaknya terdapat lima rumah yang pintu masuknya ditutup pagar batu bata setinggi satu meter selama sebulan ini. Akibatnya warga harus meloncati pagar ketika hendak keluar rumah.

“Permintaan warga untuk membuat jalan sekian meter tidak pernah diakomidir. Artinya tidak ada kemanusiaan sama sekali dari pemilik kepada warga,” tegas Hairul.

Menurut Hairul, selain pengembang ini tidak memiliki IMB, pemiliknya pun misteri. Pihak M.Linggar Afriyadi & Partner selalu mangkir dari undangan Kapolsek dan Camat Jetis.

“Mereka sama sekali tidak menunjukkan itikad baik, seperti yang kita lihat dari sejak penyegelan tadi pagi sampai kita tunggu di kantor Camat, mereka tidak kunjung datang. Padahal kami tahu bahwa mereka masih di Yogyakarta di dalam Hotel Pesonna,” jelasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top