Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

narkoba2

Sleman-KoPi| Satuan reserse narkoba Polres Sleman berhasil membekuk pengedar narkotika jenis sabu yang beroperasi di wilayah Sleman dan Yogyakarta.

Pelaku yang berinisial AP(41) alias PAING ditangkap di kediamannya di Magelang pada Jumat 29 Desember 2017. Penangkapan PAING ini bertepatan saat gelaran operasi lilin progo dan tahun baru 2018.

"Penungkapan ini mendekati saat tahun baru , tepatnya pada operasi lilin Progo 2017 an tahun baru 2018," ujar kepala satuan (Kasat)reserse narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto saat ditemui di Polres Sleman ,Rabu(10/1).

Di tangan PAING, Toni menemukan sejumlah barang bukti berupa 1 paket sabu terbungkus plastik klip seberat 1,01 gram, 6 paket sabu di bungkus plastik klip dengan total seberat 15, 76 gram beserta bungkusan bungkusannya .Dan terakhir 1 buah timbangan elektrik untuk menghitung berat paketan tersebut.

Melihat sejumlah barang bukti tersebut, Ia pun memastikan bahwa PAING ini bukan lagi sebagai pengguna tetapi pengedar narkotika. Ia pun menimpali PAING sang pelaku yang merupakan mantan residivisi tahanan penjara ini ,sudah beraksi lebih dari satu kali beraksi mengedarkan barang haram tersebut.

"Jelas ia ini pengedar,padahal ia residivis dan baru keluar penjara satu bulan lebih,ada kemungkinan dari informan,barangnya sudah banyak tersebar,namun yang pasti kita sudah berhasil tangkap pengedarnya,"jelasnya

Melihat fakta-fakta tersebut Toni menegaskan hukuman yang diterima PAING, lebih berat dibandingkan yang sekedar pengguna narkotika. PAING kan dikenai pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman tahanan paling lama seumur hidup atau paling lama 5 tahun penjara dan denda hingga lebih dari satu miliar.

Tak lupa, Toni sebagai Kasatres pun menghimbau kepada mayarakat di seluruh wilayah DIY agar lebih proaktif meningkatkan kewaspadaannya kepada narkoba dan ancaman narkoba. Pasalnya ia menyampaikan peran masyarakat baik itu yang tinggal di perkampungan atau perkotaan sangat penting dalam mengintervensi tindak pengedaran dan penyalahgunaan narkotika.

"Dari sekian kasus penangkapan narkoba ini ,ternyata tidak selalu kasus narkoba terjadi di kota ,beberapa kasus mereka (pengguna dan pengedar )semua bertransaksi menyalahgunakan di daerah perkampungan. Jika ada temuan kasus penyalahgunaan narkotika,kami mohon segera laporkan ke kami agar bisa segera kami tindak,"pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top