Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Sleman-KoPi|Ketua Koordinator Panitia Lokasi 46 penyelenggara SBMPTN 2018 Yogyakarta, Prof. dr Margana, M.hum menghimbau para peserta tidak menggunakan cara curang saat ujian berlangsung. 
 
Margana menjelaskan cara-cara curang yang dimaksud dapat berbentuk seperti penawaran kunci jawaban hingga perjokian. Kepada peserta, ia menyampaikan agar jangan segan melaporkan kepada universitas dan kepolisian jika ada temuan kecurangan saat ujian.
 
"Jadi kalau memang ada orang  yang menjanjikan kunci jawaban atau tawaran kecurangan lainnya maka segera laporan ke universitas atau kepolisian," ujar Margana di gedung Rektorat UNY, ditulis Rabu (25/4).
 
Mengenai perjokian, pihaknya sudah menyiapkan sistem pengacak soal serta SOP yang jelas untuk ujian berbasis komputer. Sementara untuk ujian tulis, Panlok 46 memperkuat aturan dengan cara tidak mentolerir keterlambatan peserta yang datang ke tempat ujiannya.
 
Hal ini demi menghindari modus para joki yang sengaja datang ketempat ujian yang salah agar kertas jawaban ujiannya bisa dititipkan ditempat tersebut.
 
"Dulu itu, semisal ujiannya ditempatkan di UNY, tapi joki ini mengerjakan di STM 2. Dulu bisa dititipkan, padahal tidak tahu kalau ia sengaja modus untuk menjadi joki salah satu peserta. Jadi sekarang kalau masih ada sisa waktu kalau bisa dikerjakan ditempat ujian, semisal di UNY ya harus dikerjakan di UNY," ujar Ketua Koordinator yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 1 UNY.
 
Selain penguatan sistem, alat pengacak sinyal dan pemasangan kamera pengawas CCTV juga akan digunakan saat pelaksanaan ujian. Oleh karenanya, peserta pun tidak diperbolehkan membawa handphone karena pengawasan diperketat. 
 
Tak hanya itu, petugas pengantar kertas ujian juga sama tidak diperbolehkan untuk membawa handphone selama bertugas. 
 
"Kepada petugas yang membawakan kertas ujian juga dilarang untuk membawa handphone untuk mengatasi kebocoran. Pengawasan kepada petugas dan peserta juga diperketat," tambahnya
 
Wakil rektor pun sekali lagi mengimbuhkan kepada orang tua agar selalu waspada terhadap perjokian. Pasalnya ia menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi negeri(PTN) di Yogyakarta tidak menjanjikan sejumlah bayaran tertentu agar sang anak dapat diterima pada masuk PTN. 
back to top