Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Sleman-KoPi|Ketua Koordinator Panitia Lokasi 46 penyelenggara SBMPTN 2018 Yogyakarta, Prof. dr Margana, M.hum menghimbau para peserta tidak menggunakan cara curang saat ujian berlangsung. 
 
Margana menjelaskan cara-cara curang yang dimaksud dapat berbentuk seperti penawaran kunci jawaban hingga perjokian. Kepada peserta, ia menyampaikan agar jangan segan melaporkan kepada universitas dan kepolisian jika ada temuan kecurangan saat ujian.
 
"Jadi kalau memang ada orang  yang menjanjikan kunci jawaban atau tawaran kecurangan lainnya maka segera laporan ke universitas atau kepolisian," ujar Margana di gedung Rektorat UNY, ditulis Rabu (25/4).
 
Mengenai perjokian, pihaknya sudah menyiapkan sistem pengacak soal serta SOP yang jelas untuk ujian berbasis komputer. Sementara untuk ujian tulis, Panlok 46 memperkuat aturan dengan cara tidak mentolerir keterlambatan peserta yang datang ke tempat ujiannya.
 
Hal ini demi menghindari modus para joki yang sengaja datang ketempat ujian yang salah agar kertas jawaban ujiannya bisa dititipkan ditempat tersebut.
 
"Dulu itu, semisal ujiannya ditempatkan di UNY, tapi joki ini mengerjakan di STM 2. Dulu bisa dititipkan, padahal tidak tahu kalau ia sengaja modus untuk menjadi joki salah satu peserta. Jadi sekarang kalau masih ada sisa waktu kalau bisa dikerjakan ditempat ujian, semisal di UNY ya harus dikerjakan di UNY," ujar Ketua Koordinator yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor 1 UNY.
 
Selain penguatan sistem, alat pengacak sinyal dan pemasangan kamera pengawas CCTV juga akan digunakan saat pelaksanaan ujian. Oleh karenanya, peserta pun tidak diperbolehkan membawa handphone karena pengawasan diperketat. 
 
Tak hanya itu, petugas pengantar kertas ujian juga sama tidak diperbolehkan untuk membawa handphone selama bertugas. 
 
"Kepada petugas yang membawakan kertas ujian juga dilarang untuk membawa handphone untuk mengatasi kebocoran. Pengawasan kepada petugas dan peserta juga diperketat," tambahnya
 
Wakil rektor pun sekali lagi mengimbuhkan kepada orang tua agar selalu waspada terhadap perjokian. Pasalnya ia menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi negeri(PTN) di Yogyakarta tidak menjanjikan sejumlah bayaran tertentu agar sang anak dapat diterima pada masuk PTN. 
back to top