Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Pengamat Politik Unair: Demokrat menjadi balancing power

Fahrul Muzaqqi, SIP, MI.P Fahrul Muzaqqi, SIP, MI.P
Surabaya-Kopi. Partai Demokrat menyatakan tetap berada dalam barisan koalisasi merah putih. Sebagaimana Max Spacua siarkan kepada pers hari Minggu lalu (3/8/14). Terkait hal ini, KoPi melakukan wawancara singkat dengan pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Fahrul Muzaqqi, SI.P., MI.P (FM).
 

KoPi: Apa tanggapan Anda tentang kemungkinan Demokrat sebagai oposisi pemerintahan Jokowi-JK?

FM: Saya pikir secara politik justru agak kurang menguntungkan bagi Demokrat karena setidaknya sudah dua periode partai ini yang menjadi pengendali pemerintahan. Dari situ perjalanan visi-misi yang dijalankan oleh SBY maupun Demokrat sendiri sudah relatif banyak sehingga lebih bermanfaat untuk keberlanjutan visi, misi dan program apabila Demokrat merapat pula ke PDIP utk meneruskan itu.

KoPi: Bukankah Demokrat perlu konsisten dan demokrasi membutuhkan oposisi?

FM: Iya, tentu perlu dimaklumi juga bahwa dalam demokrasi oposisi yang sehat juga diperlukan. Di sini Demokrat bisa memainkan peran sebagai balancing power dalam lingkaran partai-partai oposisi.

KoPi: Apakah Demokrat bisa menjadi oposan yang tidak sekedar asal berbeda?

FM: Melihat selama ini track record Demokrat sebagai partai sangat berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah politis, memang perlu menjadi kekuatan oposisi yang konstruktif. Apabila melihat komposisi partai-partai di sekitar Gerindra, Demokrat merupakan satu-satunya partai yang relatif lebih hati-hati dan kepala dingin. (*)

Irfan

back to top