Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Pengamat Politik Unair: Demokrat menjadi balancing power

Fahrul Muzaqqi, SIP, MI.P Fahrul Muzaqqi, SIP, MI.P
Surabaya-Kopi. Partai Demokrat menyatakan tetap berada dalam barisan koalisasi merah putih. Sebagaimana Max Spacua siarkan kepada pers hari Minggu lalu (3/8/14). Terkait hal ini, KoPi melakukan wawancara singkat dengan pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair), Fahrul Muzaqqi, SI.P., MI.P (FM).
 

KoPi: Apa tanggapan Anda tentang kemungkinan Demokrat sebagai oposisi pemerintahan Jokowi-JK?

FM: Saya pikir secara politik justru agak kurang menguntungkan bagi Demokrat karena setidaknya sudah dua periode partai ini yang menjadi pengendali pemerintahan. Dari situ perjalanan visi-misi yang dijalankan oleh SBY maupun Demokrat sendiri sudah relatif banyak sehingga lebih bermanfaat untuk keberlanjutan visi, misi dan program apabila Demokrat merapat pula ke PDIP utk meneruskan itu.

KoPi: Bukankah Demokrat perlu konsisten dan demokrasi membutuhkan oposisi?

FM: Iya, tentu perlu dimaklumi juga bahwa dalam demokrasi oposisi yang sehat juga diperlukan. Di sini Demokrat bisa memainkan peran sebagai balancing power dalam lingkaran partai-partai oposisi.

KoPi: Apakah Demokrat bisa menjadi oposan yang tidak sekedar asal berbeda?

FM: Melihat selama ini track record Demokrat sebagai partai sangat berhati-hati dalam mengambil langkah-langkah politis, memang perlu menjadi kekuatan oposisi yang konstruktif. Apabila melihat komposisi partai-partai di sekitar Gerindra, Demokrat merupakan satu-satunya partai yang relatif lebih hati-hati dan kepala dingin. (*)

Irfan

back to top