Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Pengamat ingatkan pemerintah resiko terima pengungsi Rohingya

Pengamat ingatkan pemerintah resiko terima pengungsi Rohingya
Surabaya - KoPi | Kesediaan pemerintah untuk menampung pengungsi Rohingya harus diikuti kesadaran mengenai resiko yang akan timbul. Hal itu dikatakan dosen Hubungan Internasional Universitas Airlangga Baiq SekarWardhani.
 

"Kamp pengungsian selalu menimbulkan implikasi dalam berbagai bidang. Di sana pasti memiliki tingkat kejahatan dan kekerasan yang sangat tinggi. Itu yang harus diingat oleh pemerintah," ungkapnya di Surabaya (28/5).

Kamp pengungsian selalu ditempatkan di kawasan yang terpencil dan terisolasi. Para pengungsi juga tidak memiliki akses ke fasilitas yang disediakan oleh negara. Dalam kondisi seperti itu, pengungsi anak-anak dan perempuan akan sangat rentan. Ada kemungkinan untuk bertahan hidup mereka harus menjual diri atau terlibat pada human trafficking.

Baiq mengatakan, saat ini etnis Rohingya masih belum mendapat status pengungsi dari badan pengungsi PBB (UNHCR). Artinya mereka tidak akan bisa mendapat bantuan internasional. Mereka harus bergantung pada kebaikan Indonesia sebagai negara penerima.

"Saya yakin pemerintah Indonesia menerima mereka dengan niat baik. Namun sekali lagi, menunggu ketetapan status pengungsi dari UNHCR itu butuh waktu lama, bisa sampai puluhan tahun. Tidak semua pihak akan senang wilayah mereka ditempati sebagai kamp penampungan, dan belum tentu bantuan pemerintah akan cukup," tutur Baiq.

Saat pengungsi menunggu untuk mendapat status dari UNHCR, mereka tentu akan berinteraksi dengan warga sekitar. Tidak jadi masalah jika mereka bisa membaur, tapi jika tidak, akan berbahaya.

"Sudah sering terjadi ketegangan dan konflik antara pengungsi dengan negara penerima. Saat tidak ada lapangan kerja, tentu pengungsi akan mau kerja apa saja untuk bisa makan, termasuk menjual diri. Akhirnya tingkat kejahatan akan naik, dan bisa menimbulkan konflik dengan masyarakat sekitar," tukas Baiq.

 

back to top