Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Pengalaman buruk pertama Etihad Airways

Pengalaman buruk pertama Etihad Airways

KoPi| Setelah tragedi yang menimpa AirAsia QZ8501, pekan lalu Etihad Airways mengalami situasi buruk. Penerbangan Etihad Airways dilaporkan mengalami penundaan penerbangan selama 13 jam dan meninggalnya salah satu penumpang. Etihad dijadwalkan berangkat dari Bandara Abu Dhabi, tetapi terhalang kabut tebal.

Etihad EY23 ini dijadwalkan berangkat dari Abu Dhabi menuju Dusseldorf, Jerman, Sabtu (3/1) lalu. Pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Wina setelah salah seorang penumpat kedapatan tewas.

Maskapai ini merilis pernyataan untuk Khaleej Times:

"Etihad Airways mengalami aksiden yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari gangguan penerbangan dan meninggalnya seorang laki-laki di dalam pesawat.  

"Selama waktu di landasan untuk menunggu izin lepas landas, Etihad Airways memberikan layanan kepada penumpang  seperti minuman dan informasi tentang alasan penundaan penerbangan.

Namun setelah akhirnya lepas landas penerbangan ke Dusseldorf  terpaksa melakukan pendaratan darurat di Wina ketika seorang penumpang laki-laki berusia 73 tahun meninggal dipertengahan penerbangan. 

Pada hari Minggu, seorang juru bicara Etihad Airways mengkonfirmasi kematian salah satu penumpangnya.

"Etihad Airways EY23 penerbangan dari Abu Dhabi ke Dusseldorf dialihkan ke Wina pada Sabtu, 3 Januari 2015, karena keadaan darurat medis on-board yang menyangkut nyawa seorang penumpang laki-laki berusia 73 tahun. 

Setelah tim medis memeriksa penumpang tersebut, ia dinyatakan meninggal dunia. Kami mengucapkan belasungkawa yang terdalam untuk keluarga yang ditinggalkannya. Bagi penumpang yang lain sudah disiapkan hotel dan penerbangan alternatif lain untu ke Dusseldorf besok.

Namun pihak maskapai Etihad tidak memberikan pernyataan nama, kebangsaan dan penyebab alasan kematian. |News.com.au|Khaleej Times|MNC|

 

back to top