Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pengalaman buruk pertama Etihad Airways

Pengalaman buruk pertama Etihad Airways

KoPi| Setelah tragedi yang menimpa AirAsia QZ8501, pekan lalu Etihad Airways mengalami situasi buruk. Penerbangan Etihad Airways dilaporkan mengalami penundaan penerbangan selama 13 jam dan meninggalnya salah satu penumpang. Etihad dijadwalkan berangkat dari Bandara Abu Dhabi, tetapi terhalang kabut tebal.

Etihad EY23 ini dijadwalkan berangkat dari Abu Dhabi menuju Dusseldorf, Jerman, Sabtu (3/1) lalu. Pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat di Wina setelah salah seorang penumpat kedapatan tewas.

Maskapai ini merilis pernyataan untuk Khaleej Times:

"Etihad Airways mengalami aksiden yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari gangguan penerbangan dan meninggalnya seorang laki-laki di dalam pesawat.  

"Selama waktu di landasan untuk menunggu izin lepas landas, Etihad Airways memberikan layanan kepada penumpang  seperti minuman dan informasi tentang alasan penundaan penerbangan.

Namun setelah akhirnya lepas landas penerbangan ke Dusseldorf  terpaksa melakukan pendaratan darurat di Wina ketika seorang penumpang laki-laki berusia 73 tahun meninggal dipertengahan penerbangan. 

Pada hari Minggu, seorang juru bicara Etihad Airways mengkonfirmasi kematian salah satu penumpangnya.

"Etihad Airways EY23 penerbangan dari Abu Dhabi ke Dusseldorf dialihkan ke Wina pada Sabtu, 3 Januari 2015, karena keadaan darurat medis on-board yang menyangkut nyawa seorang penumpang laki-laki berusia 73 tahun. 

Setelah tim medis memeriksa penumpang tersebut, ia dinyatakan meninggal dunia. Kami mengucapkan belasungkawa yang terdalam untuk keluarga yang ditinggalkannya. Bagi penumpang yang lain sudah disiapkan hotel dan penerbangan alternatif lain untu ke Dusseldorf besok.

Namun pihak maskapai Etihad tidak memberikan pernyataan nama, kebangsaan dan penyebab alasan kematian. |News.com.au|Khaleej Times|MNC|

 

back to top