Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pengadilan Saudi investigasi 5 teroris perempuan

Pengadilan Saudi investigasi 5 teroris perempuan

Riyadh-KoPi, Pengadilan Khusus Kriminal di Saudi sedang menginvestigasi 5 orang perempuan yang dinyatakan sebagai teroris (4 orang Saudi dan 1 orang Yaman) yang membentuk sebuah kelompok dan mencoba untuk merekrut dan mengajak sejumlah perempuan di Saudi.

Salah satu dari mereka telah mempersiapkan anak-anaknya untuk berpatisipasa dalam pertempuran di Afghanistan.

Dia juga telah mengirimkan anak perempuannya yang masuh berumur 12 tahun, yang masih belum dewas, untuk menikah dengan salah satu teroris Al-Qaeda di sana.

Teroris-teroris perempuan ini dikatakan biasanya mendapatkan dukungan dan arahan dari pemimpin-pemimpin dan angota kelompok teroris di Yaman dan Afghanistan.

Ketika pihak keamanan Saudi menghadang rencana dan aktivitas para teroris tersebut, Al-Qaeda di Yaman melakukan kejahatan yang serius dengan menculik seorang jendral Saudi di Aden yang bernama Abdullah Muhammad Al-Khalidi, pada tahun 2012.

Selang beberapa hari setelah penculikan, Duta Besar Saudi di Sana’a menerima telepon dari Mishal Muhammad Rasheed Al-Shadoukhi, salah satu teroris yang menjadi buronan, menuntut pembebasan para teroris tersebut.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top