Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Pengabaian peran sungai, masyarakat lupa sejarah

Pengabaian peran sungai, masyarakat lupa sejarah
Surabaya - KoPi | Permasalahan krisis air bersih dan kelestarian sungai di Indonesia disadari tidak bisa lagi diabaikan. Kedua masalah tersebut akan menjadi topik utama yang akan dibahas dalam Kongres Sungai Indonesia yang akan digelar 26-30 Agustus 2015 di Banjarnegara, Jawa Tengah.
 

Sekjen Kongres Sungai Indonesia 2015 Agus Gunawan Wibisono mengatakan, untuk mengatasi persoalan-persoalan itu, maka dalam Kongres Sungai Indonesia akan dibahas langkah strategis penanangannya.

"Fungsi dan peran sungai di Indonesia, mulai masa lalu sampai sekarang sangat strategis untuk mendukung peradaban bangsa. Kondisi tersebut, disadari atau tidak, sudah terbukti mulai dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan besar di Indonesia yang menggunakan sungai sebagai alur utama transportasi mereka kala itu," ucapnya.

Buruknya kualitas sungai di Indonesia saat ini tentu membuat miris. Artinya, masyarakat Indonesia sudah lupa pada akar sejarah dan budaya yang menjadi kejayaan di masa lampau.

Agus berharap, institusi pemangku kepentingan tidak terjebak dan berlindung dibalik tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, sehingga persoalan sungai tidak akan tuntas. 

Untuk itu, Kongres Sungai Indonesia merupakan momen yang tepat untuk mengajak berbagai pihak untuk melestarikan dan menjaga ekosistem sungai. Menurutnya, dengan melibatkan banyak pihak, maka masyarakat akan semakin sadar dan tahu perlunya menjaga sungai dan melestarikan ekosistem sungai. Tugas tersebut bukan hanya kewajiban aktivis lingkungan atau masyarakat di bantaran sungai, tapi bagi semua orang.

back to top