Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Pengabaian peran sungai, masyarakat lupa sejarah

Pengabaian peran sungai, masyarakat lupa sejarah
Surabaya - KoPi | Permasalahan krisis air bersih dan kelestarian sungai di Indonesia disadari tidak bisa lagi diabaikan. Kedua masalah tersebut akan menjadi topik utama yang akan dibahas dalam Kongres Sungai Indonesia yang akan digelar 26-30 Agustus 2015 di Banjarnegara, Jawa Tengah.
 

Sekjen Kongres Sungai Indonesia 2015 Agus Gunawan Wibisono mengatakan, untuk mengatasi persoalan-persoalan itu, maka dalam Kongres Sungai Indonesia akan dibahas langkah strategis penanangannya.

"Fungsi dan peran sungai di Indonesia, mulai masa lalu sampai sekarang sangat strategis untuk mendukung peradaban bangsa. Kondisi tersebut, disadari atau tidak, sudah terbukti mulai dari masa kejayaan kerajaan-kerajaan besar di Indonesia yang menggunakan sungai sebagai alur utama transportasi mereka kala itu," ucapnya.

Buruknya kualitas sungai di Indonesia saat ini tentu membuat miris. Artinya, masyarakat Indonesia sudah lupa pada akar sejarah dan budaya yang menjadi kejayaan di masa lampau.

Agus berharap, institusi pemangku kepentingan tidak terjebak dan berlindung dibalik tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, sehingga persoalan sungai tidak akan tuntas. 

Untuk itu, Kongres Sungai Indonesia merupakan momen yang tepat untuk mengajak berbagai pihak untuk melestarikan dan menjaga ekosistem sungai. Menurutnya, dengan melibatkan banyak pihak, maka masyarakat akan semakin sadar dan tahu perlunya menjaga sungai dan melestarikan ekosistem sungai. Tugas tersebut bukan hanya kewajiban aktivis lingkungan atau masyarakat di bantaran sungai, tapi bagi semua orang.

back to top