Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Penemuan sinyal MH370, bisa dikatakan bohongan

Kapten Zaharie Shah and Fariq Hamid, orang yang paling tahu tentang MH370 Kapten Zaharie Shah and Fariq Hamid, orang yang paling tahu tentang MH370

Australia-KoPi, Para peneliti menyatakan bahwa pencarian MH370 “gagal” dan mengatakan bahwa Perdana Menteri Australia bermain politik ketika dia lebih awal mengumumkan tentang penemuan sinyal dari kotak hitam MH370.

Para peneliti tentang akustik (sinyal), yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa sinyal signifikan yang dideteksi oleh mesin pencari sinyal AS sama sekali bukan dari sinyal pesawat Malaysia yang hilang, tapi dari sumber lain yang dibuat oleh seseorang.

Mereka bersikeras menyatakan bahwa sinyal-sinyal tersebut ada pada frekuensi yang salah dan terdeteksi terlalu jauh dari kotak hitam tersebut.

“Dengan segera saya telah melihat frekuensi dan jarak antara sinyal-sinyal yang terdeteksi, saya paham jika itu bukan dari sinyal pesawat,” salah satu peneliti mengatakan pada News Corp Australia.

Kesimpulan tersebut didukung oleh kurangnya keberhasilan dalam pencarian yang mendetail dari area yang menunjukkan sinyal sebagaimana telah dilakukan oleh kapal selam AS “Bluein 21”.

(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top