Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Penemuan sinyal MH370, bisa dikatakan bohongan

Kapten Zaharie Shah and Fariq Hamid, orang yang paling tahu tentang MH370 Kapten Zaharie Shah and Fariq Hamid, orang yang paling tahu tentang MH370

Australia-KoPi, Para peneliti menyatakan bahwa pencarian MH370 “gagal” dan mengatakan bahwa Perdana Menteri Australia bermain politik ketika dia lebih awal mengumumkan tentang penemuan sinyal dari kotak hitam MH370.

Para peneliti tentang akustik (sinyal), yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa sinyal signifikan yang dideteksi oleh mesin pencari sinyal AS sama sekali bukan dari sinyal pesawat Malaysia yang hilang, tapi dari sumber lain yang dibuat oleh seseorang.

Mereka bersikeras menyatakan bahwa sinyal-sinyal tersebut ada pada frekuensi yang salah dan terdeteksi terlalu jauh dari kotak hitam tersebut.

“Dengan segera saya telah melihat frekuensi dan jarak antara sinyal-sinyal yang terdeteksi, saya paham jika itu bukan dari sinyal pesawat,” salah satu peneliti mengatakan pada News Corp Australia.

Kesimpulan tersebut didukung oleh kurangnya keberhasilan dalam pencarian yang mendetail dari area yang menunjukkan sinyal sebagaimana telah dilakukan oleh kapal selam AS “Bluein 21”.

(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top