Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Penemuan Genetik, Terumbu Karang Semakin 'Beranak'

Penemuan Genetik, Terumbu Karang Semakin 'Beranak'

KoPi| Laporan peneliti menyebutkan keragaman koloni karang semakin berkembang dengan penemuan genetik dari biota laut tersebut. Penelitian lebih luas dari ahli biologi di Ruhr-Universität Bochum, meneliti spesies yang berbeda dari terumbu karang. Keragaman genetik adalah dasar untuk adaptasi perubahan lingkungan.

"Perubahan iklim dan perubahan lingkungan menyebabkan kerusakan pada terumbu karang," jelas peneliti Departemen Ekologi Hewan, Schweinsberg.

Dasar untuk beradaptasi dengan perubahan itu dengan keragaman genetik. Koloni karang individu dapat terdiri dari jutaan polip.

Sampai saat ini, telah diasumsikan terumbu karang berasal dari proliferasi satu larva karena genetik identik. Terjadi pada kasus terisolasi, namun, para peneliti juga menemukan polip genetik yang berbeda di dalam koloni. Tapi tidak jelas seberapa sering fenomena ini terjadi.

Dua proses menyebabkan keragaman genetik di koloni karang
Variabilitas genetik dapat disebabkan oleh dua proses. Pertama, mutasi genetik spontan di bagian koloni individu atau oleh karang yang berbeda. Penggabungan genetik selama tahap perkembangan mereka. Koloni karang yang dihasilkan disebut mosaik.

Kedua, pembentukan chimera. Para ahli biologi dari Bochum telah mempelajari 222 koloni karang dari lima spesies yang berbeda.

Dalam setiap spesies, mereka menemukan polip genetik yang berbeda. Frekuensi fenomena ini bervariasi antara 24 dan 47%. Mayoritas variabel genetik koloni karang yang mosaik. Namun, chimera juga terjadi di semua spesies. |sciencedaily.com| Winda Efanur FS|

back to top