Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Peneliti tengah berupaya mendeteksi kanker tanpa 'disentuh'

Peneliti tengah berupaya mendeteksi kanker tanpa 'disentuh'

KoPi| Peneliti tengah bekerja keras menemukan cara untuk mendeteksi kanker tahap awal tanpa menyentuh kulit sama sekali. Hal ini mungkin serupa dengan beberapa film fiksi seperti Star Trek 'tricorder,' yang dapat mengidentifikasi penyakit ketika hanya menunjuk pada tubuh seseorang. Terilhami dari perangkat yang dikembangkan oleh insinyur listrik, alat ini bekerja tanpa melakukan kontak fisik.

Teknologi ini memiliki potensi untuk menjadi lebih portabel dan lebih murah daripada sistem deteksi kanker lain seperti MRI dan CT, dan akan menjadi lebih aman daripada sinar-X.

Menurut peneliti Profesor Amin Arbabian dan Profesor Riset Pierre Khuri-Yakub alat tricorder Holy Grail merupakan instrumen yang didesain tidak pernah menyentuh subjek.

Pembuatan alat ini telah mengalami sebanyak 1880 percobaan didasarkan pada model percobaan Alexander Graham Bell, ketika ia menggunakan cahaya untuk menghasilkan nada musik dari penerima terbuat dari karbon hitam.

Sementara alat ini memanfaatkan rangsangan dari energi elektromagnetik, seperti cahaya atau gelombang mikro, semua bahan memperluas pengaruh.

“Semua pengukuran dilakukan melalui udara, dan di sanalah kami telah membuat langkah terbesar,” kata Armin Arabian.

Sebelumnya penelitian awal untuk mengembangkan bahan peledak plastik, desain teknologi ini menggabungkan kedua prinsip militer dan medis untuk 'mendetaksi' benda yang tak terlihat.

Namun lambat laun prinsip ini juga diadopsi oleh kalangan peneliti di bidang medis untuk mengembangkan pengobatan kanker. |dailymail.com.uk|Winda Efanur FS|

back to top