Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Peneliti tengah berupaya mendeteksi kanker tanpa 'disentuh'

Peneliti tengah berupaya mendeteksi kanker tanpa 'disentuh'

KoPi| Peneliti tengah bekerja keras menemukan cara untuk mendeteksi kanker tahap awal tanpa menyentuh kulit sama sekali. Hal ini mungkin serupa dengan beberapa film fiksi seperti Star Trek 'tricorder,' yang dapat mengidentifikasi penyakit ketika hanya menunjuk pada tubuh seseorang. Terilhami dari perangkat yang dikembangkan oleh insinyur listrik, alat ini bekerja tanpa melakukan kontak fisik.

Teknologi ini memiliki potensi untuk menjadi lebih portabel dan lebih murah daripada sistem deteksi kanker lain seperti MRI dan CT, dan akan menjadi lebih aman daripada sinar-X.

Menurut peneliti Profesor Amin Arbabian dan Profesor Riset Pierre Khuri-Yakub alat tricorder Holy Grail merupakan instrumen yang didesain tidak pernah menyentuh subjek.

Pembuatan alat ini telah mengalami sebanyak 1880 percobaan didasarkan pada model percobaan Alexander Graham Bell, ketika ia menggunakan cahaya untuk menghasilkan nada musik dari penerima terbuat dari karbon hitam.

Sementara alat ini memanfaatkan rangsangan dari energi elektromagnetik, seperti cahaya atau gelombang mikro, semua bahan memperluas pengaruh.

“Semua pengukuran dilakukan melalui udara, dan di sanalah kami telah membuat langkah terbesar,” kata Armin Arabian.

Sebelumnya penelitian awal untuk mengembangkan bahan peledak plastik, desain teknologi ini menggabungkan kedua prinsip militer dan medis untuk 'mendetaksi' benda yang tak terlihat.

Namun lambat laun prinsip ini juga diadopsi oleh kalangan peneliti di bidang medis untuk mengembangkan pengobatan kanker. |dailymail.com.uk|Winda Efanur FS|

back to top