Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Peneliti temukan gen penyebab skizofrenia

Peneliti temukan gen penyebab skizofrenia

Amerika Serikat-KoPi| Para peneliti mengidentifikasi sebuah gen yang meningkatkan risiko skizofrenia. Selain itu mereka berhasil memecahkan teori bagaimana skizofrenia berkembang.

Peneliti menggunakan sampel manusia dan tikus. Peneliti menduga gen baru yang disebut C4 menjadi penyebab hilangnya hubungan antar neuron atau pemangkasan sinaptik. Secara alami pemangkasan sinaptik terjadi kepada semua orang di usia remaja. Kemungkinan pemutusan koneksi saraf mengarah pada pengembangan skizofrenia. Ini akan menjelaskan mengapa gejala skizofrenia sering muncul selama masa remaja.

Jika teori ini berlaku, peneliti menemukan penjelasan biologis hubungan antara gen dan skizofrenia tertentu. Kemungkinan ke depan pengobatan skizofrenia merujuk teori ini.

"Kami awalnya tidak berpikir jauh untuk perawatan khusus skizofrenia. Tapi kami berpikir, untuk mencegah pengembangan neuron, mengurangi risiko mereka," kata Beth Stevens seorang neuroscientist yang bekerja di Rumah Sakit Anak Boston.

Penelitian skizofrenia melibatkan para peneliti dari Institute's Stanley Center for Psychiatric Research di Harvard Medical School. Hasil penelitian diterbitkan pada Jurnal Nature edisi 27 Januari 2016.

Risiko skizofrenia

Dari penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan salah satu prediktor genetik terkuat risiko skizofreni dalam DNA, terletak pada kromosom 6. Dalam studi baru, para peneliti berfokus pada salah satu gen di wilayah ini, yang disebut komplemen Komponen 4, atau C4, yang diketahui terlibat dalam sistem kekebalan tubuh.

Menggunakan sampel otak manusia postmortem, para peneliti menemukan variasi dalam jumlah salinan gen C4. Memprediksi panjang gen mereka, dan seberapa aktif gen itu di otak.

Para peneliti mengambil informasi tentang gen C4 dari 28.800 orang penderita skizofrenia, dan 36.000 orang tanpa penyakit dari 22 negara. Dari data genom, mereka memperkirakan aktivitas gen C4.

Mereka menemukan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas C4, semakin tinggi pula risiko seseorang terkena skizofrenia.

Para peneliti juga melakukan percobaan pada tikus. Hasilnya aktivitas C4 semakin aktif, semakin banyak sinapsis yang dipangkas selama perkembangan otak. |foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top