Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Peneliti temukan gen penyebab skizofrenia

Peneliti temukan gen penyebab skizofrenia

Amerika Serikat-KoPi| Para peneliti mengidentifikasi sebuah gen yang meningkatkan risiko skizofrenia. Selain itu mereka berhasil memecahkan teori bagaimana skizofrenia berkembang.

Peneliti menggunakan sampel manusia dan tikus. Peneliti menduga gen baru yang disebut C4 menjadi penyebab hilangnya hubungan antar neuron atau pemangkasan sinaptik. Secara alami pemangkasan sinaptik terjadi kepada semua orang di usia remaja. Kemungkinan pemutusan koneksi saraf mengarah pada pengembangan skizofrenia. Ini akan menjelaskan mengapa gejala skizofrenia sering muncul selama masa remaja.

Jika teori ini berlaku, peneliti menemukan penjelasan biologis hubungan antara gen dan skizofrenia tertentu. Kemungkinan ke depan pengobatan skizofrenia merujuk teori ini.

"Kami awalnya tidak berpikir jauh untuk perawatan khusus skizofrenia. Tapi kami berpikir, untuk mencegah pengembangan neuron, mengurangi risiko mereka," kata Beth Stevens seorang neuroscientist yang bekerja di Rumah Sakit Anak Boston.

Penelitian skizofrenia melibatkan para peneliti dari Institute's Stanley Center for Psychiatric Research di Harvard Medical School. Hasil penelitian diterbitkan pada Jurnal Nature edisi 27 Januari 2016.

Risiko skizofrenia

Dari penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan salah satu prediktor genetik terkuat risiko skizofreni dalam DNA, terletak pada kromosom 6. Dalam studi baru, para peneliti berfokus pada salah satu gen di wilayah ini, yang disebut komplemen Komponen 4, atau C4, yang diketahui terlibat dalam sistem kekebalan tubuh.

Menggunakan sampel otak manusia postmortem, para peneliti menemukan variasi dalam jumlah salinan gen C4. Memprediksi panjang gen mereka, dan seberapa aktif gen itu di otak.

Para peneliti mengambil informasi tentang gen C4 dari 28.800 orang penderita skizofrenia, dan 36.000 orang tanpa penyakit dari 22 negara. Dari data genom, mereka memperkirakan aktivitas gen C4.

Mereka menemukan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas C4, semakin tinggi pula risiko seseorang terkena skizofrenia.

Para peneliti juga melakukan percobaan pada tikus. Hasilnya aktivitas C4 semakin aktif, semakin banyak sinapsis yang dipangkas selama perkembangan otak. |foxnews.com|Winda Efanur FS|

back to top